Thursday, February 6, 2020

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 6 Februari 2020 | PT Rifan Financindo

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 6 Februari 2020

PT Rifan Financindo  -   Harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Kamis (6/2/2020) cenderung bergerak melemah dibandingkan dengan perdagangan Rabu (5/2/2020).
Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp418.000, turun Rp2.000 dibandingkan dengan kemarin. Adapun emas cetakan UBS dengan ukuran yang sama masih dijual dengan harga Rp415.000 atau tidak mengalami perubahan.
Harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram juga turun Rp3.000 menjadi Rp784.000. Pun demikian dengan harga emas UBS 1 gram turun  turun menjadi Rp777.000.  Untuk harga emas ukuran 2 gram, emas Antam dibanderol  seharga Rp1,514 juta sedangkan harga emas UBS 2 gram dipatok Rp1,511 juta. 
Sementara itu, harga emas cetakan Antam ukuran 5 gram ditetapkan seharga Rp3,749 juta, sedangkan harga emas UBS ukuran yang sama dibanderol Rp3,698 juta. Harga emas Antam 10 gram berada di posisi Rp7,440 juta. Untuk ukuran yang sama, harga emas UBS dijual seharga Rp7,356 juta.
Berikut daftar harga emas batangan, baik cetakan Antam maupun UBS di PT Pegadaian (Persero), Kamis (6/2/2020):
Harga Emas di Pegadaian, Kamis (6/2/2020
SatuanHarga AntamHarga UBS
0.5Rp 418.000Rp 415.000
1.0Rp 784.000Rp 777.000
2.0Rp 1.514.000Rp 1.511.000
2.5Rp 0Rp 0
3.0Rp 2.253.000Rp 0
4.0Rp 0Rp 0
4.25Rp 0Rp 0
5.0Rp 3.749.000Rp 3.698.000
10.0Rp 7.440.000Rp 7.356.000
20.0Rp 0Rp 0
25.0Rp 18.469.000Rp 18.248.000
50.0Rp 36.869.000Rp 36.453.000
100.0Rp 73.633.000Rp 72.786.000
250.0Rp 183.424.000Rp 181.804.000
500.0Rp 364.745.000Rp 361.943.000
1000.0Rp 729.316.000Rp 722.713.000

Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Wednesday, February 5, 2020

Harga Gas Turun, Mulia Industrindo (MLIA) Genjot Produksi | PT Rifan Financindo

Harga Gas Turun, Mulia Industrindo (MLIA) Genjot Produksi

PT Rifan Financindo  - Produsen kaca PT Mulia Industrindo Tbk. memperkirakan pertumbuhan penjualan bisa mencapai kisaran 5 persen hingga 7 persen sepanjang 2020. Perseroan akan lebih gencar melakukan ekspansi seiring penurunan harga gas industri.
Direktur & Corporate Secretary Mulia Industrindo Henry Bun mengatakan perseroan akan menambah kapasitas produksi botol kemasan 140 ton per hari dan glass block sebesar 75 ton per hari untuk mengerek penjualan. Peningkatan kapasitas produksi diharapkan bisa dimulai pada kuartal II/2020 saat mesin-mesin baru mulai beroperasi.
Di samping itu, Mulia Industrindo juga akan meningkatkan diversifikasi produk dengan menambah penjualan kaca warna dari produk kaca lembaran serta motif-motif baru dari produk glass block.
“Untuk tahun 2020 pendapatan ditargetkan bisa tumbuh sekitar 5 sampai dengan 7 persen  dengan beroperasinya mesin-mesin yang baru. Dengan adanya regulasi baru dari [penurunan] harga gas ini tentunya kami akan terus meningkatkan pendapatan apabila keadaan ekonomi sudah mulai membaik,” jelas Henry kepada Bisnis.com, Rabu (5/2/2020).
Sebagaimana diketahui, produsen kaca menjadi salah satu pihak yang diuntungkan dari rencana penetapan harga gas industri pada 1 April 2020 mendatang. Harga gas industri akan dipatok US$6 per Million British Thermal Unit (MMBTU).
Henry menuturkan, komponen gas mencapai 26 persen terhadap biaya produksi perseroan. Emiten produsen kaca berkode sandi saham MLIA tersebut mengakui penurunan harga gas akan berdampak langsung terhadap penurunan beban produksi. Harga gas yang baru juga dinilai akan mendorong daya saing produk kaca di pasar Asia.


Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Tuesday, February 4, 2020

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 4 Februari 2020 | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindo  -  Harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Selasa (4/2/2020), mencatatkan kenaikan dibandingkan dengan pada hari sebelumnya, Senin (3/2/2020).
Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram tampak naik Rp2.000 menjadi di posisi Rp420.000. Untuk emas cetakan UBS ukuran yang sama juga mencatatkan kenaikan hingga Rp8.000 menjadi Rp415.000
Harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram juga terpantau menguat di posisi Rp787.000, lebih mahal daripada harga di gerai Antam yang dipatok Rp 778.000 per gram hari ini. Demikian pula harga emas cetakan UBS 1 gram yang naik ke level Rp780.000.
Adapun, harga emas Antam 2 gram dipatok seharga Rp1,526 juta, sedangkan harga emas UBS 2 gram dipatok senilai Rp1,517 juta.
Selanjutnya, harga emas cetakan Antam ukuran 5 gram ditetapkan naik ke posisi Rp3,762 juta, sedangkan harga emas UBS ukuran yang sama ditetapkan senilai Rp3,714 juta, tidak bergerak dari posisi sebelumnya.
Sementara itu, harga emas Antam 10 gram menguat ke posisi Rp7,476 juta dan harga emas UBS untuk ukuran yang sama dipatok senilai Rp7,387 juta.
Berikut daftar harga emas batangan, baik cetakan Antam maupun UBS di PT Pegadaian (Persero), Selasa (4/2/2020):
Harga emas di PT Pegadaian hari ini, Selasa 4 Februari 2020
Satuan (gram)Emas Cetakan AntamEmas Cetakan UBS
0.5Rp 420.000Rp 415.000
1Rp 787.000Rp 780.000
2Rp 1.526.000Rp 1.517.000
2.5Rp 0Rp 0
3Rp 2.265.000Rp 0
4Rp 0Rp 0
4.25Rp 0Rp 0
5Rp 3.762.000Rp 3.714.000
10Rp 7.476.000Rp 7.387.000
20Rp 0Rp 0
25Rp 18.557.000Rp 18.327.000
50Rp 37.089.000Rp 36.613.000
100Rp 73.998.000Rp 73.104.000
250Rp 184.334.000Rp 182.596.000
500Rp 368.563.000Rp 363.537.000
1000Rp 736.868.000Rp 725.901.000


Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Monday, February 3, 2020

3 WNI Wuhan gagal pulang ke indonesia karena Terbentuk aturan WHO | PT Rifan Finaicindo


Rapat Komisi IX DPR bersama Menkes Terawan bahas virus corona (Foto: Rolando/detikcom)

PT Rifan Financindo  - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengungkapkan tiga WNI yang gagal pulang ke Indonesia dari Wuhan karena sakit. Gagal pulangnya tiga WNI yang sakit itu disebut Terawan sesuai dengan ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal itu disampaikan Terawan saar rapat kerja (raker) bersama dengan Komisi IX DPR, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Awalnya Terawan menjelaskan ada tujuh WNI yang batal berangkat ke Indonesia.

"Karena declare dari China yang berangkat ini 238 ini dinyatakan sehat, dari 245 data yang sebenarnya awalnya ada. (Sebanyak) empat orang mengundurkan diri, tidak mau, karena merasa nyaman di Wuhannya, dan mereka membuat surat pernyataan bahwa aman supaya tidak ada syak wasangka," kata Terawan.

Ketiga WNI lainnya dinyatakan sakit oleh otoritas China. Terawan mengatakan, sakit apapun yang dialami oleh WNI itu membuat ketiganya dinyatakan tak boleh diberangkatkan.

"Yang tiga tidak lolos proses screening kesehatan oleh pemerintah China, karena aturannya apa? Yang sakit tidak boleh diberangkatkan. Entah sakit apapun, tidak boleh diberangkatkan, mau ibaratnya sakit mata juga tidak boleh," ujar Terawan.
Ketentuan tidak diberangkatkannya tiga WNI ke Indonesia itu menurut Terawan sesuai dengan ketentuan WHO. Akhirnya, hanya 238 WNI yang diberangkatkan ke Indonesia.

"Karena itu memang ketentuan dari WHO. Yang sakit tidak boleh berangkat, yaitu ketemu tiga orang. Sehingga yang berangkat diterbangkan 238," imbuh Terawan.

Seperti diketahui, Minggu (2/2) kemarin, 238 WNI tiba di Batam untuk kemudian dikirim ke pusat observasi di Natuna. Jumlah itu lebih sedikit dari rencana evakuasi semula, yakni 245 WNI, karena dikurangi empat WNI yang memilih bertahan di Wuhan dan tiga WNI yang tidak lolos pemindaian pihak China.

Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo 

Friday, January 31, 2020

Layar Lebar Bikin Mata Gamer Cepat Rusak? Ini Kata Dokter

Ilustrasi. Foto: Tomohiro Ohsumi/Getty Images

PT Rifan Financindo Ada gamer yang menyukai perangkat dengan ukuran layar yang lebar. Dokter mata menjelaskan kemungkinan dampaknya untuk mata.
Biasanya seorang gamer akan memilih perangkat yang terbaik demi mendapatkan performa maksimal. Soal layar misalnya, beberapa gamer sengaja memilih perangkat dengan ukuran layar terlebar dengan alasan agar bisa mendapat keuntungan visual daripada lawan.
Bahkan kadang ada gamer atau streamer yang menghubungkan beberapa monitor demi mendapatkan layar super lebar dan visual yang luas.
Terkait hal tersebut muncul pertanyaan apakah layar yang lebar ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan mata?
dr Nina Asrini Noor, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) menjelaskan sebenarnya belum ada studi yang mengonfirmasi risiko lebar layar untuk mata. Namun demikian masalah seperti mata kering hingga mata lelah mungkin saja lebih mudah terjadi ketika layar menuntut aktivitas visual yang tinggi.

"Tidak ada studi yang mematok berapa ukuran (layar) yang lebih baik. Tapi dikatakan yang memengaruhi gejala seperti mata kering tadi adalah visual activitynya," kata dr Nina saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan.
"Tentu ada game yang gerakannya sangat aktif. Apabila monitornya banyak, semakin visual activitynya high demand, maka risiko akan semakin besar," lanjutnya.
Ketika mata intens menatap layar, secara tidak sadar seseorang bisa mengurangi frekuensi berkedip. Dampaknya kualitas air mata jadi berkurang sehingga permukaan mata rentan kering.
Tanda-tanda mata kering ini menurut dr Nina bisa muncul dengan gejala perasaan perih, gatal, mengganjal, hingga tiba-tiba hilang fokus saat bermain game.
Sumber: inet.detik
PT Rifan Financindo 

Thursday, January 30, 2020

Aspebtindo Akui Pembahasan Tarif PPh Final Bursa Berjangka Alot | PT Rifan Financindo


Aspebtindo Akui Pembahasan Tarif PPh Final Bursa Berjangka Alot

PT Rifan Financindo  -  Ketua Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) F Wishnubroto mengatakan bahwa Kementerian Keuangan masih bimbang untuk menerapkan besaran pengenaan pajak penghasilan (PPh) final terhadap transaksi derivatif di perdagangan berjangka komoditi (PBK)
“Kami masih bahas terus. Kementerian Keuangan setuju terhadap penerapan PPh final untuk bursa komoditas, tetapi mereka masih perlu pertimbangkan biaya untuk memungutnya dan tengah dijadwalkan kembali pertemuan selanjutnya,” ujar Wishnu kepada Bisnis, Rabu (29/1/2020).
Wishnu yang juga ditunjuk sebagai ketua tim satgas pembahasan PPh final industri PBK, mengaku untuk ketentuan terhadap transaksi multilateral sebagian besar sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan, hanya saja untuk ketentuan transaksi bilateral masih dalam kajian yang cukup alot.
Dia menilai yang membuat aturan ketentuan PPh final adalah pemahaman dan persamaan persepsi Kementerian Keuangan terhadap industri PBK
Seperti yang diketahui, transaksi dalam PBK tidak seperti bursa saham yang hanya dapat memilih posisi jual jika sudah berada dalam posisi beli sebelumnya, sedangkan dalam transaksi PBK investor bisa melakukan transaksi di dua posisi jual dan beli.
Sebagai informasi, sejak Desember 2014 para pemangku kepentingan masih membahas ketentuan PPh final atas transaksi derivatif dengan Kementerian Keuangan agar diterapkannya PPh final dengan tarif yang lebih rendah.

Kurang Kompetitif

Pada peraturan sebelumnya pengenaan PPh final terhadap transaksi derivatif sebesar 2,5 persen terhadap initial margin. Angka ini lebih besar dari tarif pemungutan PPh final di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai 0,1 persen.
Besaran tersebut pun dinilai kurang kompetitif sehingga membuat transaksi perdagangan berjangka komoditi menjadi lebih sedikit peminatnya. Oleh karena itu, pelaku usaha mengusulkan tarif PPh transaksi derivatif sama dengan transaksi di bursa saham.
Direktur Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan adanya penerapan PPh final dengan tarif sebesar 0,1 persen sama seperti yang diterapkan untuk bursa saham.
Selain besaran nilai pajak, perbedaan antara regulasi PPh final baru yang diajukan adalah mengenai kondisi pengenaan. Jika sebelumnya pengenaan PPh terhadap initial margin, sehingga investor akan tetap dikenakan pajak meskipun berada dalam posisi terbuka dan belum mengetahui potensi untung atau rugi.
Dalam usulan terbaru, dasar pengenaan pajak adalah 1 persen dari nilai transaksi atau national value yaitu 0,5 persen untuk posisi beli dan 0,5 persen untuk posisi jual, dan jika melakukan likuidasi keuntungan baru akan dikenakan tarif PPh 0,1 persen.


Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Wednesday, January 29, 2020

anggota komisi X ancam tak setujui anggaran pendidikan nonformal usulan nadiem | PT Rifan Financindo


Mendikbud Nadiem Makarim menghadiri rapat Komisi X DPR. (Mochamad Zhacky/detikcom)

PT Rifan Financindo   -  Anggota Komisi X DPR RI Sudewo mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tak membuat program yang tidak ada nomenklaturnya. Sudewo menegaskan seluruh anggaran Kemendikbud harus mendapat persetujuan Komisi X.
"Kalau memang ingin memberikan pendidikan nonformal ini dalam... masukkan pendidikan (nonformal) dalam nomenklatur struktur organisasi Kementerian Pendidikan, sehingga kami ada dasar hukumnya," kata Sudewo dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020).
Nadiem sendiri ingin membuat program pendidikan nonformal. Sudewo menekankan Komisi X juga tidak akan berani menyetujui anggaran program tersebut jika tidak ada nomenklaturnya.
"Pak Menteri nggak akan tiba-tiba membuat anggaran tanpa persetujuan kami. Tidak bisa masuk dalam Banggar dan APBN tanpa di sini," jelasnya.
"Kami ketakutan untuk itu, sementara itu tidak masuk dalam struktur organisasi Bapak. Bagaimana nanti BPK institusi resmi yang audit bilamana Bapak create program tanpa ada pembina, tanpa ada struktur?" imbuh Sudewo.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra itu juga mempertanyakan apakah rencana pembuatan program pendidikan nonformal itu telah dikonsultasikan dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sudewo menerangkan pembuatan program tak hanya harus merujuk pada Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
"Apakah itu sudah dikonsultasikan dengan BPK dengan Kemenkeu, karena acuan bukan cuma UU Sisdiknas," tuturnya.
Seperti diinformasikan, Kemendikbud sendiri telah menyederhanakan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD Dikmas). Dirjen PAUD Dikmas disederhanakan menjadi Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen).
Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo

Tuesday, January 28, 2020

Perbankan Syariah Masih Menunggu Kepastian PSAK 113 | PT Rifan Financindo

Perbankan Syariah Masih Menunggu Kepastian PSAK 113

PT Rifan Financindo  -  Dewan Standar Akuntansi Keuangan Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) masih merampungkan standar PSAK 113 tentang Penurunan Nilai Aset Keuangan.
Jika Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 kini sudah mulai berjalan per 1 Januari 2020, maka PSAK 113 masih dalam penyusunan tahap I dengan total tiga tahapan. PSAK 113 akan mengatur tentang metodologi penurunan nilai atas aset-aset keuangan yang timbul dari transaksi berbasis syariah.
Dalam publikasi IAI, penyusunan standar tersebut melibatkan perwakilan industri, regulator, dan perwakilan DSN-MUI dalam working group yang diinisiasi oleh IAI. Dalam penyusunan standar tersebut akan memperhatikan dampak penerapan standar tersebut terhadap kinerja keuangan, seperti bank syariah karena akan berpengaruh terhadap rasio kecukupan modal bank syariah.
Model penurunan nilai yang dikembangkan dalam PSAK 113 yaitu menggunakan konsep expected credit loss dari PSAK 71 tetapi dengan menghilangkan unsur time value of money. Waktu penerapan efektif PSAK 113 pun masih ditentukan kemudian.
Direktur Utama PT Bank Jabar Banten Syariah (BJBS) Indra Falatehan pun memastikan PSAK 71 tidak akan diterapkan pada transaksi syariah di perbankan syariah. Alhasil, tidak ada perubahan atas penyajian laporan keuangan bank syariah.
Menurutnya, perbankan syariah masih menunggu rencana DSAS-IAI yang akan menerbitkan ketentuan tersendiri bagi entitas syariah melalui PSAK 113 tentang penurunan nilai aset keuangan.
Meski demikian, Indra meyakini perbankan syariah tentu senantiasa akan menambah pencadangan untuk meningkatkan coverage ratio.
Coverage ratio bank kami per 31 Desember sebesar 67,9%. Kami akan melakukan penyelesaian pembiayaan bermasalah melalui mekanisme lelang, collection dan litigasi serta secara bertahap untuk menambah pencadangan untuk meningkatkan coverage ratio,” katanya kepada Bisnis, Minggu (26/1/2020).
Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Putu Rahwidhiyasa menyatakan hal serupa. Menurutnya, perseroan masih dalam posisi menunggu penjelasan resmi akan ketentuan PSAK 113.
Meski demikian, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengaku mulai melakukan persiapan secara internal.
“Kami mulai mempelajari ketentuan-ketentuannya tetapi belum sampai hitung menghitung,” ujar Putu.
Sementara itu, mengutip laporan keuangan Bank Mandiri terbaru, per Desember 2019 aset BSM tercatat Rp112,3 triliun dengan total pembiayaan Rp75,5 triliun dana himpunan dana Rp 99,8 triliun. Return on Equity (ROE) 15,7% dan NPF gross 2,8%.
Direktur Keuangan & Operasional PT Bank BNI Syariah Wahyu Avianto pun mengatakan untuk perbankan syariah sudah ada arahan dari OJK bahwa tidak mengikuti PSAK 71 karena akan diatur tersendiri.
“Saat ini statusnya masih pembahasan di DSAS - IAI. Jadi, kami masih belum ada persiapan,” katanya.

Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Monday, January 27, 2020

Virus Corona Angkat Pamor Safe Haven, Harga Emas Naik | PT Rifan Financindo

Virus Corona Angkat Pamor Safe Haven, Harga Emas Naik

PT Rifan Financindo  -   Harga emas menguat seiring dengan menanjaknya daya tarik aset investasi aman (safe haven) akibat kekhawatiran atas penyebaran virus corona (coronavirus) secara global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di bursa Comex untuk kontrak April 2020 menguat 8,80 poin atau 0,56 persen ke level US$1.587 per troy ounce pada perdagangan Senin (27/1/2020) pukul 08.46 WIB.

Harga emas terus naik setelah ditutup menguat 0,42 persen atau 6,60 poin di level US$1.578,20 per troy ounce pada perdagangan Jumat (24/1/2020), penguatan hari kedua berturut-turut.
Kekhawatiran atas wabah virus corona mendorong investor ramai-ramai menjauhi aset-aset berisiko dan memburu aset safa haven seperti emas.

Sebagai upaya terbaru untuk membendung penyebaran virus tersebut, pemerintah China memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek dan melarang aktivitas tur luar ke luar negeri.
“Pasar fokus pada pemberitaan seputar coronavirus yang mematikan,” tulis Bank of New Zealand dalam sebuah laporan, seperti dilansir Bloomberg.

“Jelas akan ada dampak ekonomi yang signifikan, berpusat di China. Pertanyaan pentingnya adalah waktu yang dibutuhkan untuk membendung virus ini,” tambahnya.
Pemerintahan Presiden China Xi Jinping menghadapi tekanan untuk memerangi virus ini. Sementara itu, penyebaran virus tersebut tak banyak menunjukkan tanda-tanda melambat. Belasan negara melaporkan kasus terinfeksi di dalam wilayah mereka.
Di sisi lain, meskipun penghindaran aset berisiko mendukung aset safe haven seperti emas, investor juga menilai sejauh mana virus itu dapat menjauhkan konsumen dari toko-toko emas sehingga dapat mengurangi pembelian selama periode liburan.

Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Friday, January 24, 2020

Istana Minta Menkes Tak Kecolongan soal Virus Corona | PT Rifan Finaicindo

Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)

PT Rifan Finaicindo   -  Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Terawan terkait pencegahan masuknya virus Corona ke Indonesia. Dia meminta Menkes tidak kecolongan.

"Saya sudah kemarin tanya ke Menkes apa langkah-langkah kita untuk melakukan preventif, untuk nanti kita jangan sampai kecolongan gitu," kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
Moeldoko mengatakan saat ini berbagai upaya juga telah dilakukan pemerintah untuk mencegah masuknya virus Corona. Misalnya dengan melakukan pengecekan di pintu-pintu masuk ke Indonesia.

"Sudah ada langkah-langkah itu, di pintu-pintu masuk itu. Upaya untuk mendeteksi. Yang paling penting adalah preventifnya," ujarnya.Sementara itu, terkait imbauan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang kembali atau pergi ke China, Moeldoko mengaku dilematis. Namun dia yakin WNI di sana sudah mengantisipasi penyebaran virus Corona.
"Ya itu juga dilema kalau dipikirkan nanti penyebarannya dan sebagainya. Tapi intinya kan semua dari kita masyarakat Indonesia yang ada di sana pasti bisa antisipasi dengan baik," kata Moeldoko.
Lebih lanjut Moeldoko mengatakan hingga kini belum ada rencana memberikan travel warning ke WNI yang akan berkunjung ke China. "Belum, sih," pungkas dia.


Sumber: News.detik
PT Rifan Finaicindo

Thursday, January 23, 2020

Naik Rp 3.000, Harga Emas Hari Ini Rp 772.000 Gram | PT Rifan Financindo

Foto: Pradita Utama/ Harga Emas Naik

PT Rifan Financindo  -   Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini naik. Hari ini harga emas Antam naik Rp 3.000 ke Rp 772.000/gram.

Demikian dikutip detikcom dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Kamis (23/1/2020).
Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini Rp 683.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp 772.000
Pecahan 5 gram Rp 3.680.000
Pecahan 10 gram Rp 7.295.000
Pecahan 25 gram Rp 18.130.000
Pecahan 50 gram Rp 36.185.000
Pecahan 100 gram Rp 72.300.000
Pecahan 250 gram Rp 180.500.000
Pecahan 500 gram Rp 360.800.000

Sumber: Finance.detik
PT Rifan Financindo

Wednesday, January 22, 2020

Lutfi Cerita Disetrum, Polisi Ngaku Humanis | PT Rifan Financindo

Foto: Faiq Hidayat/detikcom


PT Rifan Financindo - Terdakwa kasus demo, Dede Lutfi Alfiandi alias Dede membuat kesaksian mengejutkan saat sidang di PN Jakarta Pusat. Lutfi yang sosoknya viral karena fotonya membawa bendera saat aksi 30 September itu, mengaku dipaksa mengakui melempar batu ke polisi.

Dirangkum detikcom, Lutfi juga mengaku mendapatkan kekerasan dari polisi saat pemeriksaan di Polres Jakarta Barat. Dalam persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, pada Senin (20/1) lalu, Lutfi mengaku disetrum oleh polisi agar mengakui perbuatannya tersebut.

"Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain," kata pengacara Lutfi, Sutra Dewi kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).
Lutfi didakwa melawan polisi pada saat aksi 30 September 2019. Lutfi, disebut jaksa, melakukan kekerasan kepada polisi yang berjaga di depan gedung DPR.

Kembali ke pengacara Lutfi, Dewi mengatakan saat Lutfi dimintai keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik polisi dipaksa untuk mengakui. Namun tidak tahan dipukul, lanjut Dewi, Lutfi terpaksa mengakui perbuatannya itu.

Dewi mengatakan, pada akhirnya Lutfi mengubah keterangan BAP itu dalam persidangan. Sebab, Lutfi tidak melakukan perbuatan melempar atau melawan polisi saat demo di depan gedung DPR.

"Kalau persidangan Lutfi dituduh melempar batu ke petugas dan melawan petugas di keterangan BAP itu. 'Kan ditanya, di keterangan BAP yang mana yang benar? Akhirnya dia bilang tidak melakukan pelemparan dan pengerusakan itu. Kenapa BAP ada? ada tandatangan dia, dan ada cap jempol dia. Ada pengacara, terus dia cerita waktu di BAP sudah ada kalimat itu," jelas Dewi.

"Ceritanya tidak begini, dia harus mengakui seperti itu kalau nggak dipukul karena tidak tahan ya dia terpaksa," sambung Dewi.

Selain itu, Dewi menyebut Lutfi saat dimintai keterangan tanpa didampingi pengacara.

"Dia ditanya kenapa didampingin pengacara, tetap pengakuan begitu. Ternyata BAP sudah jadi dia sudah tandatangan dan cap jempol pengacara baru ada. Pengacara dia tidak kenal karena pengacara dari Polisi," kata dia.

Lutfi, sambung dia, mengikuti demo hanya ikut temannya. Saat demo itu, Lutfi hanya memegang bendera merah putih.

Keterangan Lutfi ini dibantah oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi. Arsya menyebut pihaknya melakukan penyidikan sesuai prosedur.

"Tidak ada, tidak benar itu. Kan (ditangkap) ramai-ramai, kita kan humanis. Nggak zamannya lagi begitu-begitu," jelas AKBP Arsya Khadafi saat dihubungi detikcom, Selasa (21/1/2020).

Arsya mengatakan polisi saat itu memperlakukan Lutfi layaknya anak di bawah umur. Sebab, saat itu Luthfi mengenakan celana abu-abu seperti seorang pelajar SMK.
"Kan waktu pertama nangkap itu, kita mengira dia di bawah umur, karena pakai baju SMK sehingga tidak mungkin kita lakukan kekerasan. Dia diperlakukan seperti tahanan anak kok," jelas Arsya.

Arsya menambahkan polisi melakukan penyelidikan terhadap Luthfi saat itu sesuai SOP. Pihaknya juga memiliki bukti-bukti terkait peristiwa pidana tersebut. Meski begitu, Arsya menghormati proses persidangan yang masih berlangsung.

Sumber: News.detik

PT Rifan Financindo

Tuesday, January 21, 2020

Lutfi 'Pembawa Bendera' Mengaku Disetrum Polisi Agar Akui Lempar Batu | PT Rifan Financindo

Lutfi Aldiandi duduk di kursi terdakwa/Foto: Faiq Hidayat/detikcom


PT Rifan Financindo  -  Di depan majelis hakim, Dede Lutfi Alfiandi alias Dede mengaku dipaksa polisi untuk mengakui melempar batu ke aparat kepolisian. Selain dipukul, Lutfi yang sosoknya viral karena foto tengah membawa bendera itu, juga mengaku disetrum oleh polisi agar mengakui perbuatannya tersebut.

Hal tersebut disampaikan Lutfi dalam persidangan pada Senin (20/1) kemarin. Lutfi menyampaikan hal tersebut dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

"Iya dipukul dan disetrum dan itu sama dengan tahanan lain," kata pengacara Lutfi, Sutra Dewi kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Lutfi didakwa melawan polisi pada saat aksi 30 September 2019. Lutfi, disebut jaksa, melakukan kekerasan kepada polisi yang berjaga di depan gedung DPR.

Sosok Lutfi sendiri sebelumnya viral setelah potret dirinya yang membawa bendera Merah-Putih saat demo pada 30 September 2019 beredar di media sosial beberapa waktu lalu. Namun bukan potret itu yang membawa Lutfi ke meja hijau.

Kembali ke pengacara Lutfi, Dewi mengatakan saat Lutfi dimintai keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik polisi dipaksa untuk mengakui. Namun tidak tahan dipukul, lanjut Dewi, Lutfi terpaksa mengakui perbuatannya itu.

Dewi mengatakan, pada akhirnya Lutfi mengubah keterangan BAP itu dalam persidangan. Sebab, Lutfi tidak melakukan perbuatan melempar atau melawan polisi saat demo di depan gedung DPR.

"Kalau persidangan Lutfi dituduh melempar batu ke petugas dan melawan petugas di keterangan BAP itu. Kan ditanya, di keterangan BAP yang mana yang benar? Akhirnya dia bilang tidak melakukan pelemparan dan pengerusakan itu. Kenapa BAP ada? ada tandatangan dia, dan ada cap jempol dia. Ada pengacara, terus dia cerita waktu di BAP sudah ada kalimat itu," jelas Dewi.

"Ceritanya tidak begini, dia harus mengakui seperti itu kalau nggak dipukul karena tidak tahan ya dia terpaksa," imbuh dia.

Selain itu, Dewi menyebut Lutfi saat dimintai keterangan tanpa didampingi pengacara.

"Dia ditanya kenapa didampingin pengacara, tetap pengakuan begitu. Ternyata BAP sudah jadi dia sudah tandatangan dan cap jempol pengacara baru ada. Pengacara dia tidak kenal karena pengacara dari Polisi," kata dia.

Lutfi, sambung dia, mengikuti demo hanya ikut temannya. Saat demo itu, Lutfi hanya memegang bendera merah putih.

"Dia cuma bawa bendera ikut euforia pada massa itu, tidak mengerti demo untuk apa, ditanya hakim ada keuntungan gak? Dijawab nggak malah masuk penjara begitu," tuturnya.

Diminta konfirmasi terpisah, pihak Polres Jakbar yang menyidik dan menahan Lutfi menyanggah melakukan pemukulan dan penyetruman agar Lutfi mau mengaku. Polisi mengklaim sesuai prosedur.

Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo