Showing posts with label PT Rifan Finacindo. Show all posts
Showing posts with label PT Rifan Finacindo. Show all posts

Wednesday, November 20, 2019

Pemerintah Serap Rp24,18 Triliun dari Lelang SUN | PT Rifan Financindo

Pemerintah Serap Rp24,18 Triliun dari Lelang SUN

PT Rifan Financindo - Lelang surat utang negara (SUN) menggalang penawaran masuk tak terlalu besar, yakni sebesar Rp42 triliun padahal lelang kali ini disebut sebagai lelang terakhir.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Selasa (19/11/2019), Pemerintah menetapkan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp30 triliun dari penawaran tujuh seri SUN. Pada lelang kali ini, Pemerintah menyerap dana senilai Rp24,18 triliun.
Adapun, penawaran tertinggi diraih seri FR0082 sebesar Rp14,39 triliun. Dari penawaran masuk itu, hanya Rp7,25 triliun yang dimenangkan dengan rata-rata yield 7,08% dan yield tertinggi 7,09%.
Di urutan kedua, terdapat seri FR0081 yang mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp8,22 triliun dan Rp6,35 triliun di antaranya diserap. Untuk seri tersebut, yield rata-rata sebesar 6,47% dan yield tertinggi 6,49%.
Di urutan ketiga, terdapat seri FR0083 mendapat penawaran masuk Rp4,59 triliun dan menerbitkan sebesar Rp2,95 triliun dari seri tersebut. Adapun, dari sisi yield, yield rata-rata yang dimenangkan sebesar 7,53% dan yield tertinggi sebesar 7,55%.
Analis pendapatan tetap MNC Sekuritas, I Made Adi Saputra mengatakan dengan penerbitan sebesar Rp24,18 triliun ini sebenarnya Pemerintah telah menerbitkan surat berharga negara (SBN) lebih tinggi dari target pada kuartal IV/2019.
Pasalnya, dari lelang sukuk sebelumnya, sisa target penerbitan sebesar Rp22,18 triliun untuk bisa mencapai Rp127,02 triliun. Dengan terpenuhinya target tersebut dan asumsi tak ada tambahan defisit, dia berujar Pemerintah tak bakal melelang surat utang lagi meskipun masih terdapat jadwal lelang hingga pekan kedua Desember 2019.
"Kemungkinan kalau tidak ada penambahan defisit lagi saya perkirakan tidak ada lelang lagi," katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (19/11/2019).
Lebih lanjut, terkait kondisi pasar saat lelang, pasar sekunder tak cukup ramai sehingga penawaran masuk tak sebesar dua kali lelang sebelumnya yang menyentuh Rp73 triliun dan Rp67 triliun.
Lesunya pasar sekunder tercermin pada turunnya volume perdagangan dalam 3 hari belakangan yang secara rata-rata berada di kisaran Rp12 triliun hingga Rp16 triliun. Padahal, nilai transaksi rata-rata sebelumnya di kisaran Rp23,66 triliun.
"Penurunan penawaran pada lelang hari ini dipengaruhi oleh kondisi di pasar sekunder yang juga tidak begitu ramai," katanya.
Sementara itu, Pemerintah memanfaatkan momentum lesunya pasar karena imbal hasil yang diminta investor cukup kompetitif sehingga Pemerintah menyerap cukup banyak pada lelang kali ini.

Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Monday, November 18, 2019

Harga Emas Antam Stagnan Rp747.000, Buyback Rp664.000 per Gram | PT Rifan Finanicndo

Harga Emas Antam Stagnan Rp747.000, Buyback Rp664.000 per Gram

PT Rifan - Harga emas Antam hari ini Minggu (17/11/2019) berada di level Rp747.000 per gram, sedangkan harga jual Rp664.000 per gram.
Harga itu berdasarkan daftar harga penjualan emas batangan di Butik Logam Mulia Pulogadung Jakarta Timur.
Jika dibandingkan dengan harga Antam Sabtu (16/11/2019), harga tersebut stagnan alias tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan pergerakan harga ema Antam pekan ini 11-17 November 2019, level harga emas Antam terendah terjadi pada Selasa (12/11/2019) dengan harga Rp741.000 per gram.
Sementara itu level harga tertinggi terjadi Jumat (15/11/2019) di level Rp748.000 per gram. (lihat grafik di atas).
Untuk harga buyback (beli kembali oleh Antam)  Minggu (17/11/2019), harganya  juga dipatok stagnan di level Rp664.000 per gram.
Pergerakan buyback terendah dan tertinggi Antam pekan ini 11-17 November juga paralel dengan pergerakan harga jualnya.
Harga buyback terendah terjadi Selasa (12/11/2019) di level Rp656.500, sedangkan harga buyback tertinggi tercapai pada Jumat (15/11/2019) di level Rp665.500 per gram.
Berikut grafik pergerakan buyback Antam sepekan.
Sumber: Market.binsis
PT Rifan

Thursday, November 7, 2019

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini 7 November 2019 Stagnan | PT Rifan Financindo

Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 7 November 2019, Stagnan

PT Rifan Financindo  -   Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Kamis(7/11/2019), tidak mengalami perubahan dari posisi pada Rabu (6/11/2019).
Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam hari ini berada di level Rp750.000 per gram. Posisi ini stagnan setelah sebelumnya merosot hingga Rp8.000 per gram ke posisi Rp750.000 per gram pada Rabu (6/11).
Emas Antam tercatat terus melemah sejak awal pekan ini. Pada Senin (4/11), emas Antam turun tipis sebesar Rp1.000 per gram ke posisi Rp763.000 per gram. Pelemahan terus berlanjut hingga Selasa (5/11), yakni turun hingga Rp5.000 per gram ke level Rp758.000 per gram.
Adapun untuk emas batangan Antam ukuran 0,5 gram hari ini ditetapkan seharga Rp399.500. Harga emas Antam tersebut berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam hari ini juga tidak bergerak dari posisi kemarin, Rabu (6/11). Harga buyback ditetapkan senilai Rp669.500 per gram.
Harga buyback ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta. Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp 10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP dan 3 % untuk non NPWP). PPh 22 atas transaksi buy back dipotong langsung dari total nilai buy back.
Berikut harga emas batangan Antam hari ini, 7 November 2019:
Harga Emas 24 Karat Antam Hari Ini, 7 November 2019
UkuranHarga
0,5 gramRp 399.500
1 gramRp 750.000
2 gramRp 1.449.000
3 gramRp 2.152.000
5 gramRp 3.570.000
10 gramRp 7.075.000
25 gramRp 17.580.000
50 gramRp 35.085.000
100 gramRp 70.100.000
250 gramRp 175.000.000
500 gramRp 349.800.000
1000 gramRp 701.600.000

Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Monday, November 4, 2019

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 2 November 2019 | PT Rifan

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 2 November 2019
PT Rifan - -Harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Sabtu( 2/11/2019), naik dibandingkan posisi pada Jumat(1/11/2019). Hal ini berlaku untuk emas cetakan Antam, dan emas cetakan UBS stagnan.
Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp416.000 atau naik Rp2.000 dibandingkan posisi kemarin, Jumat(1/11/2019), Sedangkan emas cetakan UBS ukuran yang sama naik Rp1.000 menjadi Rp399.000.
Untuk harga emas cetakan Antam ukuran 1 gram tercatat naik Rp6.000 dibandingkan posisi pada Kamis, menjadi Rp782.000. Harga emas cetakan UBS 1 gram dipatok senilai Rp749.000,  naik Rp3.000 dari posisi kemarin.
Harga emas Antam 2 gram juga mengalami kenaikan harga sebesar Rp7.000 dibandingkan kemarin, menjadi Rp1,503 juta. Untuk harga emas UBS 2 gram ditetapkan naik Rp4.000 menjadi senilai Rp1,467 juta.
Sedangkan emas cetakan Antam 5 gram dijual seharga Rp3,714 juta. Posisi ini naik Rp29.000 dibandingkan posisi pada Kamis. Untuk emas UBS 5 gram dijual seharga Rp3,605 juta.
Sementara itu, harga emas cetakan Antam ukuran 10 gram dipatok senilai Rp7,367 juta atau naik Rp57.000 dibandingkan kemarin. Adapun emas UBS ukuran yang sama dijual seharga Rp7,148 juta.
Berikut daftar harga emas batangan, baik cetakan Antam maupun UBS di PT Pegadaian (Persero), Sabtu (2/11/2019):
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini, 1 November 2019
UkuranEmas AntamEmas UBS
0,5 gramRp 416.000Rp 400.000
1 gramRp 782.000Rp 749.000
2 gramRp 1.503.000Rp 1.467.000
3 gramRp 2.237.000Rp -
5 gramRp 3.714.000Rp 3.605.000
10 gramRp 7.367.000Rp 7.148.000
25 gramRp 18.335.000Rp 17.836.000
50 gramRp 36.567.000Rp 35.385.000
100 gramRp 72.810.000Rp 70.494.000
250 gramRp 181.447.000Rp 176.498.000
500 gramRp 361.371.000Rp 351.612.000
1000 gramRp 720.957.000Rp 704.304.000

Sumber: Market.bisnis, Pegadaian
PT Rifan

Thursday, October 31, 2019

Harga Emas Berpeluang Tembus US$1.500 | PT Rifan Financindo

Harga Emas Berpeluang Tembus US$1.500

 PT Rifan Financindo -  Harga emas berpotensi menuju area US$1.500 per troy ounce seiring dengan meningkatnya permintaan setelah Bank Sentral AS memangkas suku bunga acuan semalam.

Dalam publikasi risetnya, PT Valbury Asia Futures menuliskan harga emas menanjak setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan. Pemangkasan ini menjadi ketiga kali pada 2019.

Di sisi lain, negosiasi perdagangan antara AS dan China tampaknya belum menunjukan kemajuan yang positif. Permasalahan yang menmbulkan ketidakpastian global ini turut membuat investor beralih ke emas.

Pada perdagangan Kamis (31/10/2019) pukul 8:30 WIB, harga emas spot naik 1,7 poin atau 0,11% menjadi US$1.497,36 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Desember 2019 meningkat 2 poin atau 0,13% menuju US$1.498,70 per troy ounce.
 
Secara teknikal, Valbury menyarankan beli terhadap emas dengan target harga US$1.501—US$1.506 per troy ounce. Namun, investor disarankan melakukan stop loss di posisi US$1.487 per troy ounce.

Support : UD$1.485,387, US$1.475,183, US$1.469,632
Resistan : US$1.501,142, US$1.506,693, US$1.516,897
Sumber: Market.bisnis
 PT Rifan Financindo

Wednesday, October 23, 2019

20 Saham Melemah, JII Turun 0,35 Persen | PT Rifan Finacnindo

20 Saham Melemah, JII Turun 0,35 Persen

PT Rifan Finacnindo  -   Pergerakan indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), tergelincir ke c pada perdagangan pagi ini, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, JII melemah 0,35 persen atau 2,45 poin ke level 688,82 pada pukul 09.36 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (22/10), JII berakhir di level 691,27 dengan kenaikan tajam 1,10 persen atau 7,54 poin.
Indeks syariah tersebut mulai tergelincir saat dibuka turun 0,09 persen atau 0,62 poin di posisi 690,65 pada Rabu (23/10) pagi dan telah bergerak di level 687,92 – 692,67.
Sebanyak 7 saham menguat, 20 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Charoen Popkhand Indonesia Tbk. (CPIN) yang masing-masing turun 0,74 persen dan 2,30 persen menjadi penekan utama pergerakan JII pagi ini.
Sejalan dengan JII, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,22 persen atau 13,42 poin ke level 6.212,08 pada pukul 09.36 WIB, setelah dibuka turun tipis 1,08 poin atau 0,02 persen di posisi 6.224,42.
Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di level 6.203,83 – 6.235,08.
Sebanyak 124 saham menguat, 134 saham melemah, dan 401 saham stagnan dari 659 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 0,97 persen dan 0,63 persen menjadi penekan utamanya.
Saham-saham syariah yang melemah (Pk. 09.36 WIB)
KodePergerakan (persen)
UNVR
-0,74
CPIN
-2,30
BRPT
-1,49
UNTR
-1,40
Saham-saham syariah yang menguat
KodePergerakan (persen)
TLKM
+0,47
BTPS
+2,82
INCO
+1,76
ANTM
+1,61

Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Finacnindo

Monday, September 16, 2019

Harga Emas Antam Pegadaian Minggu 15 September Stagnan di Rp793.000 per gram

Harga Emas Antam Pegadaian Minggu 15 September Stagnan di Rp793.000 per gram

PT Rifan Financindo  -  Harga emas batangan Antam di pegadaian hari ini Minggu (15/9/2019) stagnan di Rp793.000 untuk ukuran emas 1 gram.
Harga itu berdasarkan daftar yang dikeluarkan Pegadaian.co.id hari ini minggu (15/9/2019). Jika dibandingkan dengan harga emas Antam Pegadaian untuk Sabtu (14/9/2019), harga emas Antam di Pegadaian hari ini Minggu (15/9/2019) stagnan alias tetap.
Sementara itu harga emas Antam Retro dipatok Rp740.000 untuk ukuran emas 1 gram. Harga itu juga stagnan dibandingkan dengan harga emas Antam Retro Sabtu (14/9/2019).
Berikut harga emas selengkapnya dari Pegadaian untuk Minggu 15 September 2019.
Harga Emas Antam di Pegadaian MInggu 15 September 2019
Satuan
Harga Antam
Harga Antam Retro
Harga Antam Batik
Harga UBS
0.5
Rp 420.000
Rp 400.000
Rp 485.000
Rp 403.000
1.0
Rp 793.000
Rp 740.000
Rp 917.000
Rp 747.000
2.0
Rp 1.522.000
Rp 1.470.000
Rp 0
Rp 1.481.000
2.5
Rp 0
Rp 0
Rp 0
Rp 0
3.0
Rp 2.279.000
Rp 0
Rp 0
Rp 0
4.0
Rp 0
Rp 0
Rp 0
Rp 0
4.25
Rp 0
Rp 0
Rp 0
Rp 0
5.0
Rp 3.794.000
Rp 3.668.000
Rp 0
Rp 3.702.000
10.0
Rp 7.497.000
Rp 7.326.000
Rp 7.954.000
Rp 7.333.000
20.0
Rp 0
Rp 0
Rp 15.481.000
Rp 0
25.0
Rp 18.607.000
Rp 18.209.000
Rp 0
Rp 18.290.000
50.0
Rp 36.991.000
Rp 36.384.000
Rp 0
Rp 36.393.000
100.0
Rp 73.567.000
Rp 72.568.000
Rp 0
Rp 72.589.000
250.0
Rp 181.266.000
Rp 180.807.000
Rp 0
Rp 180.920.000
500.0
Rp 357.263.000
Rp 0
Rp 0
Rp 356.607.000
1000.0
Rp 711.691.000
Rp 0
Rp 0
Rp 710.824.000


Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Thursday, August 22, 2019

Melacak Jejak Satriawan, Jaksa Kejari Solo yang 'Menyerah' ke KPK | PT Rifan Finacindo


Melacak Jejak Satriawan, Jaksa Kejari Solo yang Menyerah ke KPK

PT Rifan Finacindo  - Seorang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta, Satriawan Sulaksono, menjadi tersangka karena diduga menerima gratifikasi. Sempat menjadi diultimatum KPK agar segera menyerah, Satriawan akhirnya diserahkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Siapa sosok Satriawan?

detikcom sempat mendokumentasikan kegiatan Satriawan saat bertugas sebagai jaksa penuntut umum (JPU). Saat itu, jaksa kelahiran 24 Maret 1987 itu menjadi JPU dalam kasus cekcok di jalan yang berujung tabrakan maut.

Selaku terdakwa saat itu ialah Iwan Adranacus, bos pabrik cat di Solo. Sedangkan korban tabrakan maut ialah Eko Prasetio, warga Gremet, Manahan, Solo.

Setelah menjalani beberapa rangkaian sidang, Satriawan mengajukan tuntutan agar Iwan dihukum lima tahun penjara. JPU gagal membuat Iwan dikenakan sanksi maksimal, karena hakim hanya memvonisnya satu tahun penjara dalam sidang putusan Januari 2019 lalu.

Iwan yang disangkakan dengan pasal pembunuhan berhasil 'lolos' dan hanya dikenai Pasal 311 ayat 5 UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Iwan dinilai membahayakan orang lain saat berlalu lintas hingga menyebabkan kematian.

Jaksa berusia 32 tahun itu juga menangani sejumlah kasus dalam tahun ini. Tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Surakarta, dia menangani dua kasus selama Agustus 2019, yakni penipuan dan pelanggaran lalu lintas.


Secara mengejutkan, namanya juga disebut sebagai tersangka dalam proyek saluran air hujan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Yogyakarta. Dalam jumpa pers, KPK meminta Satriawan segera menyerahkan diri.

"KPK mengimbau agar tersangka SSL jaksa di Kejari Surakarta agar bersikap kooperatif dan menyerahkan diri ke KPK untuk proses hukum lebih lanjut," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jaksel, Selasa (20/8/2019).

Ternyata Satriawan sudah tidak terlihat di rumahnya pada hari Selasa itu. Padahal warga masih melihat Satriawan salat magrib pada Senin (19/8/2019) sebelumnya.

"Anak saya masih lihat Satriawan salat magrib kemarin. Kalau hari ini tidak terlihat, tapi mobilnya ada di rumah," kata ketua RT setempat, Sarjo Handoyo, Selasa (20/8).

Kepala Kejari Surakarta, Rini Hartartie, juga mengatakan hal serupa. Satriawan yang menjabat Kepala Sub Seksi Penyidikan, mangkir dari tugasnya sekitar tiga hari.

"Yang bersangkutan sudah beberapa hari tidak ada di tempat dan tidak masuk sudah 2 hari atau 3 hari yang lalu tidak masuk tanpa keterangan," kata Rini di kantornya, Rabu (21/8/2019).

Mengenai keberadaan Satriawan, dia mengaku tidak tahu menahu. Dia meminta wartawan menanyakan hal tersebut kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Silakan tanyakan ke Kapuspenkum (Kepala Pusat Penerangan Hukum) Kejagung," ujar dia.

Setelah seharian jadi 'buronan', akhirnya Satriawan diserahkan Kejaksaan Agung kepada KPK. Penyerahan itu dilakukan Rabu (20/8) sekitar pukul 12.40 WIB di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Penyerahan itu dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas), Muhammad Yusni dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), Jan S Marinka.

"Kejaksaan Agung tadi menyerahkan satu orang tersangka Jaksa SSL, yang kemarin sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait dengan proyek di Jogja," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK.

Sumber: News.detik
PT Rifan Finacindo