Showing posts with label Finan Financindo Rifan Financindo. Show all posts
Showing posts with label Finan Financindo Rifan Financindo. Show all posts

Monday, November 26, 2018

Pasca Demo BBM Berakhir Ricuh, Menkeu Prancis akan Temui Pedagang | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo -Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire direncanakan akan menemui para pedagang hingga pengrajin pasca demo berakhir ricuh di Kota Paris, Prancis. Maire hendak meninjau langsung dampak ekonomi pasca protes kenaikan BBM.

Dilansir Reuters, Senin (26/11/2018), para pengunjuk rasa yang menggunakan Rompi Kuning telah memblokir jalan di Prancis sejak 17 November. Mereka mendirikan barikade dan mengerahkan truk untuk melakukan konvoi, hingga tidak memberikan akses kepusat perbelanjaan dan beberapa pabrik.

Pengecer di Prancis telah memperingatkan, bahwa demo yang berkepanjangan bisa mengancam pekerjaan dan juga waktu belanja untuk Natal. Sementara itu Presiden Emmanuel Macron tidak akan mendukung rencana kenaikan pajak terhadap BBM jenis bensin dan solar.

Sebelumnya, bentrokan antara pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan BBM dengan kepolisian setempat. Kerusuhan terbesar di Kota Paris terjadi di Champs-Elysees.

"Besok saya akan menyatukan perwakilan Departemen Ekonomi dan Keuangan dari pengecer, pedagang, pengrajin, kamar dagang dan federasi Medef perusahaan untuk menilai situasi ekonomi, dampaknya terhadap penjualan dan pada ekonomi kita dan konsekuensi yang harus kita tarik," Maire mengatakan kepada BFM TV.

Polisi sendiri telah menahan 101 orang di Paris, diantaranya 24 orang terluka dalam bentrokan di Champs Elysees.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan tak ada tempat bagi yang melakukan kekerasan di negaranya.

"Tak ada tempat bagi kekerasan di Republik (Pancis)," kata Macron lewat akun Twitter @EmmanuelMacron seperti dikutip detikcom, Minggu (25/11/2018).

Macron berterima kasih kepada polisi yang telah bertugas. Macron juga menyebut para demonstran memalukan karena dianggap telah berupaya melakukan intimidasi ke warga, jurnalis dan politikus.

"Terima kasih kepada penegak hukum untuk keberanian dan profesionalismenya," ujar Macron.

Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo

Friday, November 23, 2018

Dolar AS Terpuruk, Harga Emas Naik | PT Rifan FInancindo



PT Rifan Financindo -   Harga emas menguat ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan karena investor mencari perlindungan dari kelemahan di pasar keuangan pada kekhawatiran pertumbuhan ekonomi.

Dilansir dari Reuters, Jumat (23/11/20180, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.228,39 per ounce, meskipun gerak emas terkendali saat liburan Thanksgiving di AS.
Harga pada hari Rabu telah mencapai puncaknya di level USD 1.230,07 per barel, level tertinggi sejak 7 November. Harga emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.228,9.

Dolar jatuh untuk hari kedua berjalan, sementara pasar saham Eropa melemah ke zona merah karena kekhawatiran investor meningkat tentang perlambatan pertumbuhan global.

"Pelemahan pasar saham cenderung mendukung pasar emas, mengingat ketidakpastian yang berlaku di pasar," kata analis Saxo Bank Ole Hansen, menambahkan dolar yang lemah juga mengangkat harga emas.

Logam mulia bisa makin melejit jika dolar melemah lebih lanjut, membuat emas lebih murah untuk pembeli pegang mata uang lainnya, kata analis.

Pasar mengharapkan the Fed untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember, tetapi kekhawatiran tentang potensi perlambatan global menimbulkan keraguan tentang jumlah kenaikan suku bunga tahun depan.

Investor kini melihat ke depan untuk pertemuan yang akan datang antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 bulan ini di Argentina.
Harga emas telah pulih sekitar 6 persen dari posisi terendah dalam 19 bulan pada pertengahan Agustus.

"Ada posisi short spekulatif besar yang perlu ditutupi, oleh karena itu kami mengharapkan harga emas akan terus meningkat menjelang akhir tahun," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,2 persen menjadi USD 14,46 per ounce, melayang dekat tertinggi dua minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya. Platinum melonjak 1 persen menjadi USD 849,1, sementara paladium stabil USD 1.148,41.



Sumber: Liputan6
PT Rifan FInancindo

Wednesday, November 21, 2018

Target Meleset, Tunjangan Pegawai Pajak Bisa 'Disunat' | PT Rifan Financindo

                  


 PT Rifan Financindo - Aturan pemerintah telah mengatur bahwa tunjangan kinerja (tukin) pegawai pajak akan dicairkan sesuai dengan realiasi penerimaan dan beberapa variabel yang sudah ditentukan.


Keputusan tersebut tertuang dalam Perpres 96/2017 yang merupakan penyempurnaan dan menjawab permasalahan terkait fairness dalam Perpres 37/2015 di mana tukin seluruh pegawai DJP disamaratakan tanpa melihat kinerja unit organisasi ataupun kinerja individu pegawai.



Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) masih memiliki waktu sekitar dua bulan sampai akhir 2018 untuk mengejar target penerimaan yang ditetapkan Rp 1.424,00 triliun.



Bagaimana realisasi penerimaan pajak sampai Oktober dan apakah tukin pegawai akan dipotong karena tak capai targer? Simak selengkapnya di sini:
















Pemerintah lewat Kementerian Keuangan telah merilis realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2018 baru mencapai Rp 1.016,52 triliun atau 71,39% dari target APBN sebesar Rp 1.424,00 triliun.



Jika dihitung, maka dalam waktu satu bulan menuju akhir tahun 2018 penerimaan negara yang berasal dari pajak kurang Rp 407,48 triliun.



Berdasarkan data APBN KITA, Jakarta, Selasa (20/11/2018). Penerimaan pajak yang telah mencapai Rp 1.016,52 triliun berasal dari pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp 593,21 triliun. Di mana PPh migas sebesar Rp 54,30 triliun dan PPh non migas sebesar Rp 538,91 triliun.



Selanjutnya, penerimaan yang berasal dari PPN dan PPnBM sampai Oktober 2018 sebesar Rp 405,44 triliun, dari PBB dan pajak lainnya sebesar Rp 17,86 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak mengatakan Hestu Yoga Saksama mengatakan pihaknya ditargetkan mengumpulkan penerimaan pajak hanya sebesar 94,9% atau Rp 1.350 triliun.














"Sesuai outlook APBN 2018, kami optimis penerimaan pajak sampai dengan akhir tahun bisa tercapai sebesar Rp 1.350 triliun atau 94,9% dari target Rp 1.424 triliun," kata Hestu saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (20/11/2018).



Hestu menyebut, untuk mencapai target outlook penerimaan pajak 2018 juga butuh usaha ekstra, yaitu mempertahankan pertumbuhan penerimaan pajak di Oktober 2018 yang sebesar 17,6%.



"Target outlook tersebut akan tercapai apabila penerimaan 2 bulan terakhir ini tumbuh sekitar 17,6%, konsisten dengan pertumbuhan Januari sampai Oktober kemarin," ujar dia.

Hestu mengatakan ada beberapa upaya yang akan dilakukan guna mengejar sisa penerimaan pajak hingga akhir tahun.


"Upaya yang kami lakukan adalah meningkatkan dan merealisasikan ekstra effort yang telah dilakukan sepanjang tahun 2018, sehingga dapat memberikan hasil yang baik di akhir tahun," kata Hestu saat dihubungi detikFinamce, Jakarta, Selasa (20/11/2018).



Usaha ekstra yang akan dilakukan Ditjen Pajak, kata Hestu adalah kegiatan pengawasan oleh teman-teman di KPP terhadap wajib pajak (WP) berdasarkan data-data yang ada, termasuk dinamisasi pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25.



"Kegiatan lain seperti pemeriksaan, penagihan dan lainnya juga akan mendukung penerimaan akhir tahun," jelas dia.


Sudah dari tahun ke tahun seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus menanggung konsekuensi jika target penerimaan tidak tercapai 100%.


Hestu mengatakan konsekuensi yang didapat adalah penurunan jumlah tunjangan kinerja (tukin).



"Secara APBN, penerimaan pajak 95% dari target sudah cukup aman," jelas Hestu saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/11/2018).



Realisasi penerimaan pajak sampai 31 Oktober 2018 sebesar Rp 1.016,52 triliun atau sudah 71,39% dari target sebesar Rp 1.424 triliun.



Hestu mengungkapkan, outlook penerimaan pajak tahun 2018 sebesar 94,5% atau setara RP 1.350 triliun dari target yang tertera di APBN.



Berdasarkan aturan yang berlaku, pemberian tukin pegawai pajak akan tetap 100% dibayarkan jika benar realisasi penerimaan mulai dari 90-99,9%.



Dengan range di atas 90% sampai dengan 99,9% tidak ada bedanya, kalau di bawah 90% baru ada penurunan tukin," jelas dia.



Aturan mengenai pemberian tukin bagi pegawai pajak tertuang dalam Perpres 96/2017 yang merupakan penyempurnaan dan menjawab permasalahan terkait fairness dalam Perpres 37/2015 di mana tukin seluruh pegawai DJP disamaratakan tanpa melihat kinerja unit organisasi ataupun kinerja individu pegawai.



Tunjangan kinerja untuk pegawai pajak pada tahun berikutnya diberikan dengan mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak pada tahun sebelumnya. Antara lain, jika realisasi penerimaan pajak 95% atau lebih dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja mencapai 100%.



Kemudian jika realisasi penerimaan pajak 90% hingga kurang 95% dari target penerimaan maka tunjangan kinerja 90%. Lalu jika realisasi penerimaan pajak 80% hingga kurang 90% dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja 80%.



Jika realisasi penerimaan pajak hanya 70% hingga kurang dari 80% dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja yang bisa dibawa pulang hanya 70%. Jika penerimaan pajak kurang dari 70% dari target penerimaan maka tukin yang bisa dibawa pulang hanya 50%. 

Sumber: finance.detik
PT RIfan Financindo

Monday, November 19, 2018

Kinerja Emiten Jadi Fokus, Bursa Jepang Dibuka Menguat | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Bursa saham Jepang dibuka naik pada perdagangan hari Senin (19/11/2018) karena investor mulai mengalihkan perhatiannya pada kinerja keuangan emiten setelah indeks turun dalam dua sesi perdagangan terakhir.

Namun, investor masih terlihat berhati-hati dalam bertransaksi akibat berbagai isu politik global yang membayangi pasar, seperti proses Brexit di inggris dan perseteruan Uni Eropa (UE) terkait anggaran italia.

Indeks acuan Nikkei 225 menguat 0,17% menjadi 21.717,85 sementara indeks Topix naik 0,11% ke 1.631,07, AFP melaporkan.

Wall Street ditutup bervariasi pada hari terakhir perdagangan pekan lalu setelah Presiden Amerika Serikat (AS) AS Donald Trump mengatakan tidak mengenakan tarif lebih lanjut terhadap produk-produk China.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,49 % atau bertambah 123,95 poin menjadi 25.413,22, lalu indeks S&P 500 menguat 0,22% menjadi 2.736,27, dan Nasdaq Composite Index turun 0,15% menjadi 7.247,87.T


Sumber: cnbcindonesia
PT Rifan Financindo