Showing posts with label FinancindoBerjangka. Show all posts
Showing posts with label FinancindoBerjangka. Show all posts

Tuesday, December 11, 2018

Ahok Segera Bebas, Djarot: Jangan Dilibatkan Masalah Politik Dulu | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, berharap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam keadaan sehat saat bebas nanti. Ahok disebut akan bebas pada Januari 2019 bila mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman pada Natal 2018.

"Ya, kami mohon teman-teman dan para pendukung Pak Ahok semuanya bersyukur, yang penting beliau bisa keluar dengan sehat, dengan baik gitu ya," kata Djarot kepada detikcom, Senin (10/12/2018).

Djarot juga berharap Ahok bisa kembali beraktivitas dan memberikan inspirasi. Dia meminta agar Ahok tidak dikait-kaitkan lagi dengan permasalahan politik saat bebas nanti.

"Jangan lagilah dilibatkan terus dengan masalah politik. Biar dia menikmati kebebasannya," kata Djarot.

Namun, Djarot mengungkapkan, Ahok sempat berbicara kepadanya tentang pilihan partai politik (parpol). Dia menyebut Ahok ingin masuk ke PDIP.

"Tapi itu seumpama beliau mau masuk partai politik. Dan dia bilang ke saya kalau masuk PDIP ya sudah anggota biasa saja, barangkali tenaga dan pikiran saya dibutuhkan di partai. PDIP kan partai terbuka, siapa saja monggo," sebut Djarot.

Kabar terakhir mengenai Ahok sebelumnya diusulkan mendapatkan remisi selama 1 bulan pada Natal nanti. Apabila remisi itu diterima Ahok, total remisi selama dia menjalani hukuman pidana menjadi 3 bulan 15 hari.

Sedangkan vonis hukuman Ahok adalah 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Hukuman itu dibacakan pada 9 Mei 2017 dan di tanggal itu pula Ahok ditahan.

Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Monday, November 26, 2018

Pasca Demo BBM Berakhir Ricuh, Menkeu Prancis akan Temui Pedagang | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo -Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire direncanakan akan menemui para pedagang hingga pengrajin pasca demo berakhir ricuh di Kota Paris, Prancis. Maire hendak meninjau langsung dampak ekonomi pasca protes kenaikan BBM.

Dilansir Reuters, Senin (26/11/2018), para pengunjuk rasa yang menggunakan Rompi Kuning telah memblokir jalan di Prancis sejak 17 November. Mereka mendirikan barikade dan mengerahkan truk untuk melakukan konvoi, hingga tidak memberikan akses kepusat perbelanjaan dan beberapa pabrik.

Pengecer di Prancis telah memperingatkan, bahwa demo yang berkepanjangan bisa mengancam pekerjaan dan juga waktu belanja untuk Natal. Sementara itu Presiden Emmanuel Macron tidak akan mendukung rencana kenaikan pajak terhadap BBM jenis bensin dan solar.

Sebelumnya, bentrokan antara pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan BBM dengan kepolisian setempat. Kerusuhan terbesar di Kota Paris terjadi di Champs-Elysees.

"Besok saya akan menyatukan perwakilan Departemen Ekonomi dan Keuangan dari pengecer, pedagang, pengrajin, kamar dagang dan federasi Medef perusahaan untuk menilai situasi ekonomi, dampaknya terhadap penjualan dan pada ekonomi kita dan konsekuensi yang harus kita tarik," Maire mengatakan kepada BFM TV.

Polisi sendiri telah menahan 101 orang di Paris, diantaranya 24 orang terluka dalam bentrokan di Champs Elysees.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan tak ada tempat bagi yang melakukan kekerasan di negaranya.

"Tak ada tempat bagi kekerasan di Republik (Pancis)," kata Macron lewat akun Twitter @EmmanuelMacron seperti dikutip detikcom, Minggu (25/11/2018).

Macron berterima kasih kepada polisi yang telah bertugas. Macron juga menyebut para demonstran memalukan karena dianggap telah berupaya melakukan intimidasi ke warga, jurnalis dan politikus.

"Terima kasih kepada penegak hukum untuk keberanian dan profesionalismenya," ujar Macron.

Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo

Friday, November 23, 2018

Dolar AS Terpuruk, Harga Emas Naik | PT Rifan FInancindo



PT Rifan Financindo -   Harga emas menguat ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan karena investor mencari perlindungan dari kelemahan di pasar keuangan pada kekhawatiran pertumbuhan ekonomi.

Dilansir dari Reuters, Jumat (23/11/20180, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.228,39 per ounce, meskipun gerak emas terkendali saat liburan Thanksgiving di AS.
Harga pada hari Rabu telah mencapai puncaknya di level USD 1.230,07 per barel, level tertinggi sejak 7 November. Harga emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.228,9.

Dolar jatuh untuk hari kedua berjalan, sementara pasar saham Eropa melemah ke zona merah karena kekhawatiran investor meningkat tentang perlambatan pertumbuhan global.

"Pelemahan pasar saham cenderung mendukung pasar emas, mengingat ketidakpastian yang berlaku di pasar," kata analis Saxo Bank Ole Hansen, menambahkan dolar yang lemah juga mengangkat harga emas.

Logam mulia bisa makin melejit jika dolar melemah lebih lanjut, membuat emas lebih murah untuk pembeli pegang mata uang lainnya, kata analis.

Pasar mengharapkan the Fed untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember, tetapi kekhawatiran tentang potensi perlambatan global menimbulkan keraguan tentang jumlah kenaikan suku bunga tahun depan.

Investor kini melihat ke depan untuk pertemuan yang akan datang antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 bulan ini di Argentina.
Harga emas telah pulih sekitar 6 persen dari posisi terendah dalam 19 bulan pada pertengahan Agustus.

"Ada posisi short spekulatif besar yang perlu ditutupi, oleh karena itu kami mengharapkan harga emas akan terus meningkat menjelang akhir tahun," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,2 persen menjadi USD 14,46 per ounce, melayang dekat tertinggi dua minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya. Platinum melonjak 1 persen menjadi USD 849,1, sementara paladium stabil USD 1.148,41.



Sumber: Liputan6
PT Rifan FInancindo

Thursday, November 22, 2018

Camry Tabrak Separator Busway di Rawamangun | PT Rifan Financindo Berjangka




PT. Rifan Financindo - Mobil sedan Camry berpelat nomor B-1337-RFS menabrak separatorbusway. Akibatnya, mobil tersebut mengalami kerusakan pada bagian depan.

"Informasi masuk tadi pukul 23.15 WIB. Kecelakaan mobil sedan menabrak separator," ucap petugas call center NTMC Polri, Dian, saat dihubungi detikcom, Rabu (21/11/2018).

Dia mengatakan polisi sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi mobil berwarna hitam itu. Belum ada keterangan lebih lanjut tentang kecelakaan tersebut.

"Masih dalam penanganan. Penyebab, korban, dan lainnya belum ada informasi," kata Dian.



Sementara itu, lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar. Tidak ada kepadatan akibat kecelakaan tunggal tersebut.

"Ramai cenderung lancar, sehingga tidak terpengaruh," ucap Dian.

Sementara itu, seperti dilihat dalam foto unggahan Twitter TMC Polda Metro Jaya, mobil tersebut mengalami rusak pada bagian depan. Separator buswayjuga tampak rusak ditabrak sedan tersebut.

Sumber: news.detik
PT Rifan Financindo

Wednesday, November 21, 2018

Target Meleset, Tunjangan Pegawai Pajak Bisa 'Disunat' | PT Rifan Financindo

                  


 PT Rifan Financindo - Aturan pemerintah telah mengatur bahwa tunjangan kinerja (tukin) pegawai pajak akan dicairkan sesuai dengan realiasi penerimaan dan beberapa variabel yang sudah ditentukan.


Keputusan tersebut tertuang dalam Perpres 96/2017 yang merupakan penyempurnaan dan menjawab permasalahan terkait fairness dalam Perpres 37/2015 di mana tukin seluruh pegawai DJP disamaratakan tanpa melihat kinerja unit organisasi ataupun kinerja individu pegawai.



Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) masih memiliki waktu sekitar dua bulan sampai akhir 2018 untuk mengejar target penerimaan yang ditetapkan Rp 1.424,00 triliun.



Bagaimana realisasi penerimaan pajak sampai Oktober dan apakah tukin pegawai akan dipotong karena tak capai targer? Simak selengkapnya di sini:
















Pemerintah lewat Kementerian Keuangan telah merilis realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2018 baru mencapai Rp 1.016,52 triliun atau 71,39% dari target APBN sebesar Rp 1.424,00 triliun.



Jika dihitung, maka dalam waktu satu bulan menuju akhir tahun 2018 penerimaan negara yang berasal dari pajak kurang Rp 407,48 triliun.



Berdasarkan data APBN KITA, Jakarta, Selasa (20/11/2018). Penerimaan pajak yang telah mencapai Rp 1.016,52 triliun berasal dari pajak penghasilan (PPh) sebesar Rp 593,21 triliun. Di mana PPh migas sebesar Rp 54,30 triliun dan PPh non migas sebesar Rp 538,91 triliun.



Selanjutnya, penerimaan yang berasal dari PPN dan PPnBM sampai Oktober 2018 sebesar Rp 405,44 triliun, dari PBB dan pajak lainnya sebesar Rp 17,86 triliun.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak mengatakan Hestu Yoga Saksama mengatakan pihaknya ditargetkan mengumpulkan penerimaan pajak hanya sebesar 94,9% atau Rp 1.350 triliun.














"Sesuai outlook APBN 2018, kami optimis penerimaan pajak sampai dengan akhir tahun bisa tercapai sebesar Rp 1.350 triliun atau 94,9% dari target Rp 1.424 triliun," kata Hestu saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (20/11/2018).



Hestu menyebut, untuk mencapai target outlook penerimaan pajak 2018 juga butuh usaha ekstra, yaitu mempertahankan pertumbuhan penerimaan pajak di Oktober 2018 yang sebesar 17,6%.



"Target outlook tersebut akan tercapai apabila penerimaan 2 bulan terakhir ini tumbuh sekitar 17,6%, konsisten dengan pertumbuhan Januari sampai Oktober kemarin," ujar dia.

Hestu mengatakan ada beberapa upaya yang akan dilakukan guna mengejar sisa penerimaan pajak hingga akhir tahun.


"Upaya yang kami lakukan adalah meningkatkan dan merealisasikan ekstra effort yang telah dilakukan sepanjang tahun 2018, sehingga dapat memberikan hasil yang baik di akhir tahun," kata Hestu saat dihubungi detikFinamce, Jakarta, Selasa (20/11/2018).



Usaha ekstra yang akan dilakukan Ditjen Pajak, kata Hestu adalah kegiatan pengawasan oleh teman-teman di KPP terhadap wajib pajak (WP) berdasarkan data-data yang ada, termasuk dinamisasi pembayaran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25.



"Kegiatan lain seperti pemeriksaan, penagihan dan lainnya juga akan mendukung penerimaan akhir tahun," jelas dia.


Sudah dari tahun ke tahun seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) harus menanggung konsekuensi jika target penerimaan tidak tercapai 100%.


Hestu mengatakan konsekuensi yang didapat adalah penurunan jumlah tunjangan kinerja (tukin).



"Secara APBN, penerimaan pajak 95% dari target sudah cukup aman," jelas Hestu saat dihubungi detikFinance, Selasa (20/11/2018).



Realisasi penerimaan pajak sampai 31 Oktober 2018 sebesar Rp 1.016,52 triliun atau sudah 71,39% dari target sebesar Rp 1.424 triliun.



Hestu mengungkapkan, outlook penerimaan pajak tahun 2018 sebesar 94,5% atau setara RP 1.350 triliun dari target yang tertera di APBN.



Berdasarkan aturan yang berlaku, pemberian tukin pegawai pajak akan tetap 100% dibayarkan jika benar realisasi penerimaan mulai dari 90-99,9%.



Dengan range di atas 90% sampai dengan 99,9% tidak ada bedanya, kalau di bawah 90% baru ada penurunan tukin," jelas dia.



Aturan mengenai pemberian tukin bagi pegawai pajak tertuang dalam Perpres 96/2017 yang merupakan penyempurnaan dan menjawab permasalahan terkait fairness dalam Perpres 37/2015 di mana tukin seluruh pegawai DJP disamaratakan tanpa melihat kinerja unit organisasi ataupun kinerja individu pegawai.



Tunjangan kinerja untuk pegawai pajak pada tahun berikutnya diberikan dengan mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak pada tahun sebelumnya. Antara lain, jika realisasi penerimaan pajak 95% atau lebih dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja mencapai 100%.



Kemudian jika realisasi penerimaan pajak 90% hingga kurang 95% dari target penerimaan maka tunjangan kinerja 90%. Lalu jika realisasi penerimaan pajak 80% hingga kurang 90% dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja 80%.



Jika realisasi penerimaan pajak hanya 70% hingga kurang dari 80% dari target penerimaan, maka tunjangan kinerja yang bisa dibawa pulang hanya 70%. Jika penerimaan pajak kurang dari 70% dari target penerimaan maka tukin yang bisa dibawa pulang hanya 50%. 

Sumber: finance.detik
PT RIfan Financindo

Friday, November 16, 2018

WhatsApp Jajal Fitur Tambah Teman Pakai QR Code | PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo -  WhatsApp menguji fitur baru yang akan memudahkan orang menambahkan orang lain ke dalam daftar kontak mereka, yakni menggunakan QR code. 

Dikutip detikINET dari WABetaInfo, Jumat (16/11/2018), fitur WhatsApp ini ditemukan dalam versi uji coba di iOS. Namun fungsi ini hampir pasti akan dihadirkan juga pada WhatsApp Android.

Laporan tersebut mendeskripsikan bahwa setiap pengguna akan punya QR code masing-masing. Jadi, kita bisa menambahkan seseorang ke kontak WhatsApp dengan memindai QR code menggunakan kamera ponsel. 

Dengan cara tersebut, WhatsApp secara otomatis akan langsung memasukkan kontak tersebut ke daftar kontak WhatsApp kita setelah sukses membaca QR code. 




WhatsApp juga menguji interface anyar untuk menambahkan kontak baru langsung dari aplikasi. Cara ini memudahkan pengguna, sehingga tak perlu repot mengetikkan nomor ponsel dan menambahkannya secara manual. 

Fungsi menambahkan teman ini sebenarnya bukan hal baru di ranah aplikasi pesan instant. Aplikasi chat lainnya seperti Line, WeChat dan BlackBerry Messenger misalnya, sudah menerapkannya. 

Sebelumnya, WhatsApp baru menggunakan QR code untuk memudahkan pengguna log in ke WhatsApp di desktop. Belakangan, WhatsApp memang semakin rajin menambahkan sejumlah fitur. Berbagai fungsi yang sebelumnya ada di aplikasi chat lain, kini hadir di WhatsApp, menjadikannya kaya fitur dan tak lagi sesimpel dulu.


Sumber: inet.detik
PT Rifan Financindo