Showing posts with label Harga Emas Naik. Show all posts
Showing posts with label Harga Emas Naik. Show all posts

Monday, October 28, 2019

Investor Antisipasi Suku Bunga The Fed Dipangkas, Harga Emas Naik | PT Rifan Financindo

Investor Antisipasi Suku Bunga The Fed Dipangkas, Harga Emas Naik
PT Rifan Financindo  -  Ekspektasi investor untuk langkah pemangkasan lebih lanjut oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mendorong harga emas siap mencatat penguatan mingguannya.

Dilansir dari Bloomberg (Jumat, 25/10/2019), harga emas naik 1 persen sepanjang pekan ini dan diperdagangkan di atas level US$1.500 per troy ounce.
Pasar mengantisipasikan penurunan suku bunga acuan lanjutan sebesar 25 basis poin oleh The Fed dalam pertemuan kebijakan moneter pada 29-30 Oktober mendatang.
Harga emas pun terkerek karena biaya pinjaman yang lebih rendah meningkatkan daya tarik logam mulia tanpa bunga. Logam mulia lainnya, seperti perak, ikut bergerak menuju kenaikan mingguan pertama dalam dua bulan. 
Sepanjang tahun ini, harga emas di pasar spot telah naik sekitar 17 persen di tengah langkah bank-bank sentral global mengadopsi kebijakan moneter yang lebih longgar dalam upaya mendukung ekonomi mereka yang telah dirugikan oleh perang perdagangan.
Di sisi lain, meski The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini pada pertemuan Oktober, langkah tersebut lebih kurang sudah diperhitungkan pasar.
Oleh karenanya, sebagian pergerakan emas mungkin bergantung pada apa yang akan dikatakan para pembuat kebijakan tentang arah suku bunga di masa depan.
“Kecuali jika The Fed benar-benar mengambil langkah yang mengejutkan pasar, saya tidak bisa melihat emas bereaksi banyal,” ujar Rhona O'Connell, kepala analisis pasar untuk EMEA dan Asia di INTL FCStone Inc.
Jeffrey Halley, seorang analis pasar senior di Oanda Corp, melihat harga emas untuk saat "terjebak” dalam kisaran level US$1.475 hingga US$1.520.


Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Friday, November 23, 2018

Dolar AS Terpuruk, Harga Emas Naik | PT Rifan FInancindo



PT Rifan Financindo -   Harga emas menguat ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan karena investor mencari perlindungan dari kelemahan di pasar keuangan pada kekhawatiran pertumbuhan ekonomi.

Dilansir dari Reuters, Jumat (23/11/20180, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.228,39 per ounce, meskipun gerak emas terkendali saat liburan Thanksgiving di AS.
Harga pada hari Rabu telah mencapai puncaknya di level USD 1.230,07 per barel, level tertinggi sejak 7 November. Harga emas berjangka AS naik 0,1 persen menjadi USD 1.228,9.

Dolar jatuh untuk hari kedua berjalan, sementara pasar saham Eropa melemah ke zona merah karena kekhawatiran investor meningkat tentang perlambatan pertumbuhan global.

"Pelemahan pasar saham cenderung mendukung pasar emas, mengingat ketidakpastian yang berlaku di pasar," kata analis Saxo Bank Ole Hansen, menambahkan dolar yang lemah juga mengangkat harga emas.

Logam mulia bisa makin melejit jika dolar melemah lebih lanjut, membuat emas lebih murah untuk pembeli pegang mata uang lainnya, kata analis.

Pasar mengharapkan the Fed untuk menaikkan suku bunga lagi pada bulan Desember, tetapi kekhawatiran tentang potensi perlambatan global menimbulkan keraguan tentang jumlah kenaikan suku bunga tahun depan.

Investor kini melihat ke depan untuk pertemuan yang akan datang antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 bulan ini di Argentina.
Harga emas telah pulih sekitar 6 persen dari posisi terendah dalam 19 bulan pada pertengahan Agustus.

"Ada posisi short spekulatif besar yang perlu ditutupi, oleh karena itu kami mengharapkan harga emas akan terus meningkat menjelang akhir tahun," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,2 persen menjadi USD 14,46 per ounce, melayang dekat tertinggi dua minggu yang dicapai pada sesi sebelumnya. Platinum melonjak 1 persen menjadi USD 849,1, sementara paladium stabil USD 1.148,41.



Sumber: Liputan6
PT Rifan FInancindo