Showing posts with label PT Rifan Financindio. Show all posts
Showing posts with label PT Rifan Financindio. Show all posts

Tuesday, April 23, 2019

Bukan Taksi, Mitsubishi Incar Pemerintah untuk Pakai Mobil Listrik | PT Rifan Financindo

Taksi Blue Bird Foto: Agung Pambudhy 
PT Rifan Financindo - Blue Bird menyatakan mulai Mei 2019, armada taksi berbekal listrik sudah mulai berkeliaran di jalanan Jakarta. Meski demikian, Mitsubishi menyatakan sasaran segmen kendaraan listrik mereka di Indonesia bukanlah menjadi taksi.

Namun jika memang Mitsubishi bermain di segmen mobil listrik, Mitsubishi lebih berniat untuk lebih mensosialisasikan keunggulan mobil listrik sehingga pantas untuk dipilih.


Seperti yang disampaikan Head of PR & CSR Dept. PT MMKSI Aditya Wardani, kepada detikcom, Senin (22/4/2019).

"Untuk Mitsubishi Motors sendiri, kami memiliki segmen kendaraan listrik yang berbeda," kata Aditya Wardani.
Aditya Wardani mengatakan Mitsubishi lebih meniatkan untuk bekerjasama dengan pemerintah.

"Dalam implementasinya nanti, kami akan bekerja sama dengan pemerintah untuk dapat mensosialisasikan kendaraan listrik kepada masyarakat, baik itu PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ataupun BEV (Battery Electric Vehicle/ mobil listrik murni)," ujarnya.

"Termasuk juga pengembangan infrastrukturnya dengan kendaraan listrik kami, yaitu Outlander PHEV dan i-MiEV," tambahnya.

Sumber: OTo.detik
PT Rifan Financindo

Tuesday, April 9, 2019

Melirik Peluang Emas sebagai Instrumen Investasi Syariah | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindo - Tren investasi syariah berkembang pesat hampir di seluruh dunia. Bagaimana tren emas sebagai aset investasi syariah di sektor keuangan saat ini?  
Berdasarkan laporan World Gold Council, sektor keuangan syariah merupakan pasar yang cukup besar. Pada 2017, total aset investasi syariah telah melampaui US$2 triliun untuk pertama kalinya. Bahkan, beberapa analis memproyeksikan return jangka panjang investasi syariah dapat tumbuh lebih dari level 9%. 
Tren investasi emas sempat tersendat akibat belum adanya kejelasan mengenai aturan investasi aset save haven tersebut, terutama dalam kerangka investasi syariah. Perdebatan tentang apakah emas adalah mata uang atau komoditas menghambat laju investasi. 
Ketidakpastian tersebut hilang ketika standar syariah tentang emas, yang memuat kerangka kerja komprehensif mengenai pengembangan produk investasi emas, diluncurkan pada 2016. Standar baru tersebut memuat aturan mengenai investasi emas dalam beragam bentuknya seperti emas ETF (exchange trade funds), akun investasi emas atau vaulted gold, rencana tabungan emas, hingga kontrak spot atau fisik. 
Sejak standar tersebut diluncurkan, hingga kini sejumlah produk investasi berdasarkan aturan syariah pun banyak muncul dan semakin berkembang. 
Berdasarkan penelitan World Gold Council, terdapat banyak jenis produk emas yang dijadikan aset investasi syariah. Setiap produk investasi tersebut memiliki fungsi dan kebutuhan yang berbeda-beda. 
"Variasi cara pandang investor tersebut sangat dapat dimaklumi, seperti emas fisik yang disimpan di rumah atau di lemari besi adalah investasi nyata yang dimiliki di luar sistem keuangan. Kebiasaan itu mungkin berhubungan kuat dengan budaya tradisional, yang menempatkan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang," tulis World Gold Council seperti dikutip dalam risetnya bertajuk Emas dalam Investasi Islam, Minggu (7/4/2019). 
Produk logam mulia dalam bentuk fisik seperti emas batangan, koin, dan yang dijadikan perhiasan berkarat tinggi dipandang sebagai alat investasi untuk melindungi kekayaan atau menghasilkan return untuk jangka panjang. 
Emas ETF dan akun investasi emas atau vaulted gold, juga dianggap investor memiliki fungsi yang sama yakni sebagai instrumen investasi jangka panjang. Hanya saja produk ini juga membuka kemungkinan terjadinya kondisi spekulatif yang dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka pendek. 
Di sisi lain, emas ETF dirancang untuk mudah diperdagangkan secara online. Struktur perdagangan yang transparan mungkin menjadi nilai lebih bagi investor yang mencari keuntungan investasi jangka pendek melalui ETF. 
Emas ETF juga masih dinilai menjadi aset investasi yang lebih aman dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, seperti obligasi dan saham. Tidak hanya itu, emas ETF dinilai lebih aman dibandingkan dengan aset kripto. 
"Hanya 20% dari mereka yang kami survei diinvestasikan ke aset kripto dan mereka terutama melakukannya untuk memenuhi tujuan jangka pendek atau spekulatif," papar World Gold Council. 
Walaupun demikian menariknya, proporsi investor yang memegang aset kripto lebih tinggi dibandingkan dengan investor yang memilih aset investasi emas sedangkan 25% investor yang melakukan investasi emas juga mengalokasikan investasi mereka di aset kripto. 
Fakta bahwa investor melihat produk investasi emas sebagai beberapa fungsi yang berbeda membantu menjelaskan alasan di balik tumpang tindih dalam pemilihan aset investasi. Emas dilihat sebagai penyeimbang aset investasi satu sama lain. 
Kemudian, sebagian besar responden menyatakan preferensi yang kuat untuk memilih emas batangan dan koin sebagai produk emas investasinya, yang disusul oleh produk investasi akun investasi emas/vaulted gold, dan emas ETF. 
Meski hal tersebut mencerminkan ketersediaan produk emas saat ini lebih banyak yang memilih investasi fisik, tetapi nyatanya telah banyak produk lebih canggih diluncurkan. Selain itu pemahaman tentang peran produk yang berbeda telah meningkat di antara investor, dan preferensi tersebut akan cenderung berubah. 
Secara keseluruhan, investor kini memandang emas sebagai aset investasi jangka panjang yang berpadu dengan persepsi mereka tentang investasi syariah yang dinilai lebih aman dari investasi produk konvesional. 
Dalam risetnya, World Gold Council mengatakan bahwa jika atribut produk ini dikomunikasikan secara jelas dan efektif, emas memiliki peluang yang jelas untuk memperkuat posisinya sebagai aset investasi syariah.

Sumber: Maerket.bisnis

Friday, April 5, 2019

Rupiah Ditutup Menguat 4 Hari Berturut-turut | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Rupiah berhasil ditutup menguat cukup signifikan dan melanjutkan reli penguatannya dalam 4 hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (4/4/2019), rupiah berhasil ditutup menguat 0,282% atau naik 41 poin menjadi Rp14.183 per dolar AS.
Rupiah berhasil menguat di saat mayoritas mata uang Asia lainnya terdepresiasi dan menjadi yang terkuat di antara kelompok mata uang Asia,
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang mayor bergerak di level 97,077 melemah tipis 0,01%.
Mengutip riset harian Asia Trade Point Futures, keperkasaan rupiah ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap perkembangan perundingan perdagangan antara AS dan China.
Wakil Perdana Menteri China dijadwalkan untuk berkunjung selama 3 hari di Washington untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Di sisi lain, pernyataan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry  Kudlow menyebutkan bahwa pihak China mengakui ada masalah dalam hal perlindungan atas kekayaan intelektual dan transfer teknologi. 
"Hal tersebut meningkatkan keyakinan pasar bahwa perundingan ini akan berjalan kondusif, karena baru kali ini China mengakui hal tersebut," tulis Asia Tradepoint Futures seperti dikutip dalam risetnya, Kamis (4/4/2019).
Sementara itu, Analis PT Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan bahwa katalis positif rupiah lainnya berasal dari data ketenagakerjaan AS versi ADP untuk Maret tercatat melambat.
"Data tersebut dijadikan bencmark oleh pasar untuk rilisnya data yang resmi pada Jumat, sehingga pasar juga menjadi pesimistis dan penguatan rupiah sebagai antisipasi rilisnya data tersebut," ujar Dini saat dihubungi Bisnis, Kamis (4/4/2019).
Tercatat pertumbuhan tenaga kerja AS hanya sebanyak 129.000 atau di bawah ekspektasi pasar sebanyak 184.000.  
Dia memperkirakan pada perdagangan Jumat (5/4/2109), rupiah akan diperdagangkan di level Rp14.100 per dolar AS hingga Rp14.250 per dolar AS

Sumber: Market.bisnis
PT Rifan Financindo

Thursday, March 28, 2019

Mobil China Bidik Rush-Terios, Harga Jimny di Thailand Rp 700 Juta | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Persaingan penjualan mobil di Indonesia semakin memanas. Persaingan tersebut tidak hanya terjadi si segmen MPV. SUV pun berlomba-lomba menjadi yang terlaris se-Indonesia.

Beragam mobil SUV ditawarkan di Tanah Air. Ada yang harganya mahal, tapi kalau mau cari yang murah pun pilihannya diberikan oleh pabrikan China. Kali ini SUV terbaru dengan harga miring bakal ditawarkan oleh DFSK. DFSK berharap SUV terbarunya Glory 560 bisa bersaing dengan duet Rush-Terios, bahkan merayu pengguna Avanza Cs. 

Akhirnya Suzuki Jimny masuk ke Asia Tenggara. Masuk ke Thailand harga Jimny cukup fantastis yakni tembus Rp 700 juta. Simak selengkapnya dalam rangkuman berita terpopuler berikut. 

1. Mobil China Penghantam Rush-Terios, Merayu Pengguna Avanza

Mobil asal China, DFSK Glory 560 akan segera hadir ke pasar otomotif tanah air. Mobil ini dipercaya akan menjadi volume maker bagi produsen mobil itu. Mobil tidak hanya akan memburu konsumen penyuka mobil SUV medium seperti Rush dan Terios tapi juga akan merayu para pengguna MPV seperti Avanza cs.

"Setelah launching ini kami akan memiliki 3 model ( DFSK Super Cab/mobil pikap, Glory 580 dan Glory 560), dan model ini akan menjadi penyumbang penjualan. Bukan hanya di pasar SUV tapi pasar MPV, kami meyakini model ini akan menarik massa dari MPV, membidik pasar MPV dan LCGC," ujar Direktur Penjualan DFSK Alex Pan saat diwawancara beberapa media di Jakarta.

SUV ini menurut Pan, akan mampu membuat orang penyuka MPV untuk melirik ke arahnya. "Orang yang mengendarai MPV mereka sudah siap ingin punya produk yang lebih baik," ujarnya.

Mengenai waktu pemesanan kendaraan, Pan mengatakan mobil setidaknya bisa dipesan pada bulan April mendatang. Harganya sendiri akan diumumkan pada minggu depan.

Glory 560 dalam pengamatan detikcom cukup memiliki kualitas yang bagus. Mobil memiliki interior dengan material yang cukup bagus, saat disentuh materialnya cukup halus. Mesinnya diperkuat dengan mesin 1.500 cc dan sanggup membawa 7 orang. Kalau tidak dipakai, kursi belakang bisa dilipat untuk memberikan kapasitas bagasi yang lebih lebar.

Marketing General Manager PT Sokonindo Automobile Permata Islam menambahkan di Indonesia saat ini ada 3 tipe pembeli mobil. Pertama mereka yang pertama beli mobil, kedua mereka yang ingin upgrade dari mobil perkotaan atau MPV dan ketiga mereka yang ingin menambah mobil yang dimiliki. Dengan harga MPV dan SUV yang saat ini tidak terlalu jauh, orang bisa saja akhirnya memilih mobil SUV.

"Saat mereka membandingkan berapa uang muka, cicilan, ternyata harga mobil SUV dan MPV tidak terjalu jauh, jadi pasangan suami istri berunding sehingga memutuskan beli SUV. Yang punya city car, mobil itu dijual dijadikan untuk DP dan tinggal menentukan cicilannya. Kalau yang ingin menambah mobil, biasanya karena ada kebutuhan untuk mengantar anak ke sekolah jadinya additional," ujarnya.

2. Harga Jimny di Thailand Tembus Rp 700 Juta

Mobil offroad legendaris Suzuki Jimny akhirnya menjamah pasar Asia Tenggara. Suzuki mulai menjual Jimny terbaru di pasar Thailand.

Suzuki Motor (Thailand) meluncurkan Jimny di lantai Bangkok International Motor Show 2019. Mobil ini diimpor langsung dari Jepang.

"Kami ingin memperkenalkan kendaraan berpenggerak empat roda. Diimpor dari Jepang yang akan melepaskan semangat bertualang menjelajahi dunia luas bersama All New Suzuki Jimny," sebut Presiden Suzuki Motor (Thailand) Minoru Amano dalam siaran persnya.

Suzuki Jimny pertama kali diluncurkan di Jepang pada tahun 2018. Direktur Eksekutif Penjualan dan Pemasaran Suzuki Motor (Thailand) Wanlop Treerukngam mengatakan All New Suzuki Jimny telah dikembangkan dan dirancang di bawah DNA Jimny yang unik selama hampir 50 tahun. Model terbaru ini adalah generasi keempat.

Suzuki Jimny terbaru ini sempat dibawa ke Indonesia di ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu. Tapi, Suzuki lebih memilih meluncurkan Jimny di Thailand terlebih dahulu.

Suzuki Jimny terbaru di Thailand ditawarkan dua model, ada transmisi manual dan otomatis. Untuk Jimny manual dijual mulai 1.580.000 baht atau Rp 707,3 juta dan Jimny transmisi otomatis dibanderol 1.680.000 baht atau Rp 752,1 juta

Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Wednesday, March 27, 2019

Emas Makin Moncer di Kuartal Kedua | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindo -  Proyeksi permintaan emas tahun ini diprediksi semakin mengilap menyusul pandangan pertumbuhan ekonomi global yang semakin suram dan keputusan The Fed yang tidak akan menaikkan suku bunga hingga akhir 2019.
Tim riset Bank UOB yang dipimpin oleh Suan Teck Kin mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu pihaknya berpandangan negatif pada emas karena tingkat suku bunga The Fed yang terus menanjak.
Hingga pada kuartal terakhir 2018, Bank UOB berbalik netral terhadap emas dengan harapan, laju kenaikan suku bunga The Fed pada 2019 akan melambat.
"Mengingat saat ini adalah akhir dari siklus pengetatan suku bunga The Fed, sekarang kami meningkatkan proyeksi harga emas ke arah yang lebih positif," tulisnya seperti dikutip dari riset yang bertajuk Laporan Outlook Kuartal II/2019 UOB, Selasa (26/3/2019).
Jaminan yang berulang kali disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pihaknya akan lebih sabar dalam menaikkan suku bunga menghasilkan daya tarik yang menguntungkan bagi harga komoditas, khususnya logam mulia.
Tidak hanya itu, Powell juga menggarisbawahi bahwa The Fed akan melakukan penguranan neracanya pada akhir tahun merupakan sinyal yang sangat positif bagi emas. Sejak awal 2019, pasar dolar AS telah berubah menjadi lebih defensif, khususnya melawan sebagian besar mata uang negara berkembang dan Asia.
Akibatnya, setelah naik turun yang cukup dramatis sepanjang 2018, emas berhasil mengamankan posisinya di zona hijau dan pulih ke level yang lebih sehat hingga akhir 2019. "Persepsi investor global bahwa The Fed menahan kenaikan suku bunga, mampu mendorong signifikan reli emas sepanjang Januari dan Februari," papar mereka.
Emas berhasil melanjutkan reli dari kuartal empat 2018, naik dari US$1.280 per troy ounce hingga US$1.340 per troy ounce pada akhir Februari.
Namun, likuidasi penentuan jangka panjang ditetapkan dan emas kembali dijual menuju level di bawah US$1.315 per troy ounce menjelang penutupan kuartal pertama tahun ini. Hal tersebut tidak bertahan lama, munculnya potensi AS mengalami resesi pada akhir pekan lalu membawa emas kembali bergerak di atas US$1.320 per troy ounce.
Sinyal resesi tersebut berasal dari imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 3 bulan lebih tinggi dibandingkan dengan imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun. Inversi tersebut terjadi yang pertama sejak Januari 2017.
Investor yang memilih jaminan untuk instrumen jangka pendek  tersebut menggambarkan proyeksi yang suram terhadap kondisi perekonomian dalam waktu dekat sehingga membuka peluang investor untuk melindungi nilai di komoditas emas.
"Sekarang kami harapkan kekuatan emas akan bertahan lebih lanjut. Kami memperkirakan emas akan naik lebih jauh ke US$1.350 per troy ounce pada kuartal kedua 2019," ujarnya.
Bank UOB memprediksi emas akan bergerak di level US$1.380 per troy ounce pada kuartal ketiga 2019, mencapai US$1.400 pada kuartal empat 2019, dan mencapai US$1.450 per troy ounce pada kuartal pertama 2020.
Sumber: Market.Bisnis

Tuesday, March 26, 2019

Penyidik Hingga Dokter Jadi Saksi Sidang Ratna Sarumpaet Hari Ini | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan 6 saksi untuk sidang Ratna Sarumpaet hari ini. Saksi yang dihadirkan yakni penyidik Polda Metro Jaya dan beberapa pihak dari RS Bina Estetika.

"Ada 6 dari pihak penyidik dan dari RS Bina Estetika, rumah sakit operasi bedah. Dokter sama perawat," kata Kajari Jaksel Supardi, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/3/2019).


Supardi menyebut ada tiga penyidik Polda Metro Jaya yang dipanggil menjadi saksi, begitu juga dari pihak rumah sakit. Sidang Ratna sendiri akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

"Belum (saksi politisi). Awal-awal kan memang pelapor dulu,"  Ratna Sarumpaet didakwa membuat onar lewat hoax penganiayaan dirinya. Cerita kebohongan Ratna Sarumpaet dimulai setelah operasi plastik di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam surat dakwaan, diuraikan soal tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau pengencangan kulit muka Ratna Sarumpaet. Ratna rawat inap di RS Bina Estetika dilakukan pada 21-24 September 2018.

"Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisi lebam dan bengkak akibat tindakan medis," kata jaksa membacakan surat dakwaan Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/2).

Ratna Sarumpaet lalu mengirimkan foto-foto dengan muka lebam tersebut ke sejumlah orang, termasuk tokoh-tokoh hingga Prabowo Subianto. Perbuatan Ratna Sarumpaet menceritakan tentang penganiayaan dan mengirimkan foto-foto wajah dalam keadaan lebam dan bengkak disebut jaksa merupakan rangkaian kebohongan Ratna untuk mendapat perhatian dari masyarakat, termasuk tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Padahal wajah lebam dan bengkak merupakan akibat tindakan medis operasi perbaikan muka.

Atas perbuatannya, Ratna Sarumpaet didakwa dengan Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.



Sumber: News.detik
PT Rifan Financindo

Thursday, March 14, 2019

Kurs Rupiah Masih Rawan Tertekan Dolar AS | PT Rifan Finacindo

Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019).

PT Rifan Financindo - Berikut laporan Live kurs rupiah terhadap dolar AS yang diperbarui perkembangannya mulai pembukaan sampai penutupan perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (14/3).
Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan cenderung terdepresiasi untuk hari Kamis.
Sentimen negatif akan dipengaruhi dari faktor eksternal dimana voting parlemen Inggris akan menghasilkan keputusan terkait dengan "No Deal Brexit" dari Uni Eropa.
Adapun Inggris menurut jadwal akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019. Selain itu, data PPI AS yang diprediksikan menguat akan memberikan katalis positif bagi dolar AS.
Kemudian, data produksi industri Tiongkok yang diprediksikan menurun secara tidak langsung akan mempengaruhi pelemahan rupiah.
Secara teknikal, terlihat pola upward bar pada USDIDR Daily chart yang mengindikasikan adanya potensi penguatan bagi dolar AS terhadap rupiah.
Khusus untuk rentang USD/IDR hari Kamis adalah: 14175 - 14350.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Monday, March 4, 2019

Ketidakpastian Global Masih Bayangi Pergerakan Rupiah Pekan Ini | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS pada pekan ini masih akan dibayangi dengan ketidakpastian global dan sentimen gejolak geopolitik yang semakin marak.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pergerakan rupiah masih akan dibayangi katalis negatif akibat bertambahnya sentimen ketidakpastian sehingga akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi global.
"Hubungan AS-China yang kembali tegang menyebabkan pelaku pasar khawatir. Jangan-jangan damai dagang yang selama ini diidamkan bisa buyar," ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu (3/3/2019).
Kembali mencuatnya ketidakpastian perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan menjadi sebuah risiko besar bagi perekonomian global, yaitu risiko perlambatan ekonomi yang menjadi semakin nyata.
Belum lama ini, Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya siap untuk membatalkan perundingan dagang dengan China jika hasilnya tetap tidak memuaskan.
Ketegangan lain yang menahan laju pergerakan rupiah berasal dari India dan Pakistan, yang menjadi perbincangan hangat baru bagi pasar karena kedua negara tersebut adalah negara yang memiliki reaktor nuklir.
Adapun, India merupakan negara berkembang yang saat ini merupakan negara yang penting di Asia sehingga ketegangan tersebut menggoyahkan rupiah.
Masih pada pertemuan yang sama, seperti yang diketahu, pertemuan tersebut menjadi pertemuan puncak antara AS dan Korea Utara, yang juga berakhir tanpa kepastian dan diwarnai aksi walk out oleh Donald Trump.
Sementara itu, dari sisi internal, harga minyak mentah dunia yang kembali di zona hijau akan membebani neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia karena biaya impor yang membengkak.
Apalagi, transaksi berjalan yang mencerminkan pasokan devisa dari ekspor-impor barang dan jasa menjadi fondasi penting bagi rupiah.
"Kekurangan pasokan devisa, rupiah tentu berpotensi melemah. Risiko ini membuat investor berpikir ulang untuk mengoleksi mata uang Tanah Air," papar Ibrahim.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (1/3/2019), rupiah ditutup melemah 0,36% atau turun 51 poin menjadi Rp14.120 per dolar AS.
Dalam perdagangan awal pekan rupiah diperkirakan akan di perdagangkan di level penguatan Rp14.070 per dolar AS dan melemah di level Rp14.150 per dolar AS.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo