Thursday, March 14, 2019

Kurs Rupiah Masih Rawan Tertekan Dolar AS | PT Rifan Finacindo

Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019).

PT Rifan Financindo - Berikut laporan Live kurs rupiah terhadap dolar AS yang diperbarui perkembangannya mulai pembukaan sampai penutupan perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (14/3).
Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan cenderung terdepresiasi untuk hari Kamis.
Sentimen negatif akan dipengaruhi dari faktor eksternal dimana voting parlemen Inggris akan menghasilkan keputusan terkait dengan "No Deal Brexit" dari Uni Eropa.
Adapun Inggris menurut jadwal akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019. Selain itu, data PPI AS yang diprediksikan menguat akan memberikan katalis positif bagi dolar AS.
Kemudian, data produksi industri Tiongkok yang diprediksikan menurun secara tidak langsung akan mempengaruhi pelemahan rupiah.
Secara teknikal, terlihat pola upward bar pada USDIDR Daily chart yang mengindikasikan adanya potensi penguatan bagi dolar AS terhadap rupiah.
Khusus untuk rentang USD/IDR hari Kamis adalah: 14175 - 14350.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Wednesday, March 13, 2019

Ada Bug, Update WhatsApp Diklaim Bikin Foto-foto Terhapus | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - WhatsApp akan mengirimkan update baru untuk aplikasinya. Namun pembaruan tersebut menyimpan bug yang cukup mengganggu.

Sejumlah pengguna WhatsApp beta melaporkan setelah memperbarui ke versi 2.19.66, mereka mendapati foto-foto dalam percakapan menghilang. Sepertinya bug telah menghapus semua foto yang ada di aplikasi WhatsApp.

Untungnya para pengguna masih memiliki salinannya yang tersimpan di Gallery ponsel. Namun demikian, mereka memperingatkan pengguna untuk menimbang ulang sebelum mengupdate ke 2.19.66.

Pihak WhatsApp belum menanggapi masalah ini. Pun begitu beberapa pengguna melaporkan kalau perusahaan yang dimiliki Facebook itu telah merilis perbaikan untuk masalah foto hilang.
Tapi masalahnya bug di versi 2.19.66 tidak hanya itu. Ada pengguna yang melaporkan jika mereka kesulitan untuk melihat status WhatsApp.

Bug pun dilaporkan mengubah status WhatsApp menjadi abu-abu. Sehingga membuat pengguna menduga mereka diblokir oleh temannya, demikian dilansir dari laman Gadgets Now, Selasa (12/3/2019).

Sumber: inet.detik
PT Rifan Financindo

Tuesday, March 12, 2019

Harga Emas Comex Menguat | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Harga emas Comex  bergerak naik pada perdagangan hari ini, Selasa (08/03/2019)
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Desember 2018 dibuka dengan penguatan  0,19% atau 2,50 poin di level US$1.293,60 per troy ounce.
Pada pukul 07.20 WIB emas lanjut naik 0,15% atau 1,90  poin ke level US$1.293 per troy ounce.
Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.1292-US$1.294,10 per troy ounce.
Adapun pada perdagangan kemarin, Senin (11/03/2019) harga emas ditutup turun 0,63% atau 8,10 poin di level US$1.291,10 per troy ounce. 
Sumber: market.bisnis

Monday, March 11, 2019

Kurs Rupiah Melemah Tipis Pagi Ini | PT Rifan Financindo

Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019).


PT Rifan Financindo - Berikut laporan Live kurs rupiah terhadap dolar AS yang diperbarui perkembangannya mulai pembukaan sampai penutupan perdagangan pasar spot hari ini, Senin (11/3/2019).
Pergerakan rupiah sepanjang pekan lalu mencetak kinerja pergerakan terlemah di antara kelompok mata uang Asia. Walaupun demikian, di tengah pelemahan tersebut rupiah masih memiliki secercah harapan untuk menguat, menanti hasil perundingan perdagangan pada 27 Maret mendatang.
Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang perdagangan pekan lalu, rupiah bergerak menjadi yang terlemah, terdepresiasi 1,355% terburuk pada klasemen mata uang Asia. Rupiah pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (8/3/2019), ditutup melemah 1,195% menjadi Rp14.314 per dolar AS.
Namun demikian, rupiah masih memimpin kinerja penguatan dalam 6 bulan terakhir dengan bergerak di zona hijau, menguat 3,793%. Posisi kedua diduduki oleh baht yang menguat 3,403% dan disusul oleh rupee yang menguat 3,270%.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa jika melihat pergerakan rupiah pada 6 bulan terakhir, mata uang garuda masih memiliki kinerja yang cenderung baik, termasuk rupee India dan dolar Hongkong di tengah keadaan ekonomi dalam negeri yang sama-sama babak belur akibat perang dagang.
“Akan tetapi, pergerakan rupiah yang pada pekan lalu memang menjadi yang terburuk sepanjang pekan, saya perkirakan hal yang sama akan terjadi pada rupiah pada perdagangan pekan depan. Penurunan pun juga masih akan berlanjut pada hampir semua mata uang negara berkembang lainnya,” ujar Ibrahim saat dihubungi Bisnis, Minggu (10/3/2019).
Rupiah masih berpotensi menguat menunggu kepastian hasil perundingan perdagangan pada 27 Maret mendatang. Jika hasil keputusan sesuai dengan ekspektasi pasar dan menghasilkan output yang positif, maka akan membawa rupiah kembali ke jalur hijau.
Ibrahim memprediksi rupiah pada pekan ini akan bergerak di level penguatan Rp14.100 per dolar AS dan level pelemahan Rp14.500 per dolar AS.
Bagaimana pergerakan rupiah hari ini. Ikuti laporannya di Bisnis.com.



09:05 WIB

Pukul 08.55 WIB: Rupiah Melemah 1 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah hanya 1 poin atau 0,01% ke level Rp14.315 per dolar AS.
08:41 WIB

Pukul 08.26 WIB: Rupiah Dibuka Melemah 20 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.334 per dolar AS.
Sementara itu,  indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,103 poin atau 0,11% ke level 97,409 pada pukul 08.01 WIB.
Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka menguat 0,09% atau 0,088 poin ke level 97,394, setelah pada akhir perdagangan Jum’at pekan lalu ditutup melemah 0,361 atau 0,37% ke level 97,306.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Friday, March 8, 2019

Harga Emas Comex Naik 1 Poin Pukul 08.47 WIB | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindo - Harga emas Comex  bergerak naik pada perdagangan hari ini, Jum'at (08/03/2019)
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Desember 2018 dibuka dengan penguatan  0,05% atau 0,6 poin di level US$1.286,70 per troy ounce.
Pada pukul 07.20 WIB emas lanjut naik 0,02% atau 0,2  poin ke level US$1.286,30 per troy ounce.
Sepanjang pagi ini, harga emas bergerak pada kisaran US$1.1286-US$1.287,10 per troy ounce.
Adapun pada perdagangan kemarin, Rabu (06/03/2019) harga emas ditutup turun 0,12% atau 1,50 poin di level US$1.286,10 per troy ounce.
Bagaimana pergerakan harga emas comex selanjutnya? Ikuti lajunya secara live di Bisnis.com:



09:05 WIB

Pukul 08.47 WIB: Harga Emas Comex Naik 1 Poin

Harga emas Comex kontrak April 2019 naik 1 poin atau 0,08% ke level US$1.287,10 per troy ounce, saat indeks dolar AS turun tipis 0,042 poin atau 0,04% ke posisi 97,625 pagi ini.
harga emas Atum 24 karat 
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Wednesday, March 6, 2019

Dolar AS Kuat, Rupiah Mampu Melawan | PT Rifan Financindo

Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019).

PT Rifan Financindo - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berbalik menguat meski hanya tipis, sekaligus mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot rebound dengan penguatan 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.128 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (5/4/2019).
Rupiah sebelumnya dibuka terdepresiasi 8 poin atau 0,06% ke level Rp14.138 per dolar AS, setelah pada perdagangan Senin (4/3) berakhir dengan pelemahan 10 poin atau 0,07% di level Rp14.130 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.128-Rp14.154 per dolar AS.
Rupiah melemah di tengah pergerakan mata uang lainnya di Asia yang cenderung variatif terhadap dolar AS, dengan penguatan dipimpin peso rupee India yang terapresiasi 0,53%, sedangkan peso Filipina melemah paling tajam sebesar 0,75%.
Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,052 poin atau 0,05% ke level 96,734 pada pukul 17.10 WIB.
Indeks sempat bergerak di zona merah ketika dibuka turun 0,003 poin di level 96,679, setelah pada perdagangan Senin (4/3/2019) ditutup menguat 0,16% atau 0,155 poin ke level 96,682.
Sepanjang hari ini, indeks dolar AS bergerak fluktuatif di kisaran 96,663 – 96,807.
Dilansir Reuters, dolar AS memperoleh sebagian dukungan dari imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi setelah rilis sejumlah data ekonomi, termasuk produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat, meredakan kekhawatiran potensi penurunan momentum ekonomi yang cepat.
Meski imbal hasil obligasi AS masih di bawah puncaknya yang disentuh pada Januari, permintaan mendasar untuk dolar AS tetap solid yang menjadi tanda optimisme seputar prospek ekonomi AS.
Di sisi lain, terhadap mata uang yen Jepang, dolar AS cenderung bergerak defensif ketika penghindaran risiko pada pasar saham menopang pergerakan yen. Pada perdagangan kemarin, sejumlah indeks utama di bursa Wall Street AS berakhir melemah.
“Dolar menguat, saham turun, dan obligasi AS naik. Kita akan melihat dolar menguat terhadap sejumlah mata uang meskipun tergelincir terhadap beberapa mata uang lain dalam situasi seperti itu,” ujar Shin Kadota pakar strategi senior di Barclays, seperti dikutip Reuters.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Tuesday, March 5, 2019

Tersuntik Sinyal Positif Perang Dagang, Harga Emas Stabil | PT Rifan Financindo

Emas bergerak stabil hampir menyentuh level terendah dalam 5 pekan seiring dengan prospek perundingan dagang antara AS dan China yang dapat menghilangkan kenaikan tarif impor AS untuk China sehingga mendorong selera investor beralih ke aset yang lebih berisiko


PT Rifan Financindo  - Emas bergerak stabil hampir menyentuh level terendah dalam 5 pekan seiring dengan prospek perundingan dagang antara AS dan China yang dapat menghilangkan kenaikan tarif impor AS untuk China sehingga mendorong selera investor beralih ke aset yang lebih berisiko.
Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Senin (4/3/2019) pukul 14.52 WIB, harga emas di pasar spot bergerak melemah 0,11% menjadi US$1.291,99 per troy ounce. Sementara itu, harga emas di bursa Comex bergerak melemah 0,46% pada level US%1.293,20 per troy ounce.
Mengutip riset harian Asia Tradepoint Futures, meredanya sengketa dagang antara AS dan China, serta tidak tercapainya kesepakatan antara Trump dan Kim Jong Un belum mampu mendorong pelaku pasar untuk memburu emas.
"Tampaknya beragam sentimen saat ini belum mampu menjadi katalis positif bagi Emas," tulis Asia Trade Point Futures seperti dikutip dari risetnya, Senin (4/3/2018).
Adapun, pemerintah China menjelaskan dalam serangkaian negosiasi dengan AS pada beberapa pekan terakhir, penghapusan kenaikan biaya impor untuk barang-barang China sebesar US$200 miliar untuk dapat segera dilakukan.
Selain itu, hingga kini pelaku pasar cenderung berlindung di balik dolar AS setelah Ketua The Fed Jerome Powell menekankan keyakinannya terhadap ekonomi AS meskipun terdapat potensi perlambatan pertumbuhan. 
Sikap Powell tersebut menjadi sebuah sinyal bagus pelaku pasar karena adanya peluang kenaikan suku bunga FFR pada tahun ini. Faktor inilah yang menyebabkan dolar AS terlalu tangguh bagi pesaingnya termasuk emas.
Namun, Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik Jerome Powell karena kenaikan suku bunganya yang cukup agresif pada tahun lalu menyebabkan dolar AS menguat. Dia menilai dolar AS yang kuat dapat melemahkan daya saing Negeri Paman Sam.
Selanjutnya, fokus pelaku pasar akan tertuju pada data pertumbuhan sektor tenaga kerja AS atau NFP yang akan dirilis Jumat pekan ini. 
Pasar memperkirakan pertumbuhan tenaga kerja AS periode Februari adalah sebesar 180.000, sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 3,9% atau lebih baik dari periode sebelumnya yang mencapai 4%. 
Untuk upah rata-rata perjam, pasar optimistis menanjak naik sebesar 0,3%. Optimisme pelaku pasar terhadap pasar tenaga kerja AS ini akan selalu berdampak negatif bagi harga emas. 



Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo 


Monday, March 4, 2019

Ketidakpastian Global Masih Bayangi Pergerakan Rupiah Pekan Ini | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS pada pekan ini masih akan dibayangi dengan ketidakpastian global dan sentimen gejolak geopolitik yang semakin marak.
Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pergerakan rupiah masih akan dibayangi katalis negatif akibat bertambahnya sentimen ketidakpastian sehingga akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi global.
"Hubungan AS-China yang kembali tegang menyebabkan pelaku pasar khawatir. Jangan-jangan damai dagang yang selama ini diidamkan bisa buyar," ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu (3/3/2019).
Kembali mencuatnya ketidakpastian perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut akan menjadi sebuah risiko besar bagi perekonomian global, yaitu risiko perlambatan ekonomi yang menjadi semakin nyata.
Belum lama ini, Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya siap untuk membatalkan perundingan dagang dengan China jika hasilnya tetap tidak memuaskan.
Ketegangan lain yang menahan laju pergerakan rupiah berasal dari India dan Pakistan, yang menjadi perbincangan hangat baru bagi pasar karena kedua negara tersebut adalah negara yang memiliki reaktor nuklir.
Adapun, India merupakan negara berkembang yang saat ini merupakan negara yang penting di Asia sehingga ketegangan tersebut menggoyahkan rupiah.
Masih pada pertemuan yang sama, seperti yang diketahu, pertemuan tersebut menjadi pertemuan puncak antara AS dan Korea Utara, yang juga berakhir tanpa kepastian dan diwarnai aksi walk out oleh Donald Trump.
Sementara itu, dari sisi internal, harga minyak mentah dunia yang kembali di zona hijau akan membebani neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia karena biaya impor yang membengkak.
Apalagi, transaksi berjalan yang mencerminkan pasokan devisa dari ekspor-impor barang dan jasa menjadi fondasi penting bagi rupiah.
"Kekurangan pasokan devisa, rupiah tentu berpotensi melemah. Risiko ini membuat investor berpikir ulang untuk mengoleksi mata uang Tanah Air," papar Ibrahim.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (1/3/2019), rupiah ditutup melemah 0,36% atau turun 51 poin menjadi Rp14.120 per dolar AS.
Dalam perdagangan awal pekan rupiah diperkirakan akan di perdagangkan di level penguatan Rp14.070 per dolar AS dan melemah di level Rp14.150 per dolar AS.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo

Friday, March 1, 2019

Kurs Rupiah Diprediksi Terapresiasi Akhir Pekan Ini | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Pergerakan nilai tukar rupiah dalam perdagangan hari ini, Jum'at (28/02/2019) diprediksi akan terapresiasi.
Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan secara teknikal, indikator Stochastic dan Williams %R pada USDIDR Daily chart sudah menunjukkan overbought atau jenuh beli sehingga potensi penguatan bagi rupiah terhadap dolar AS terbuka lebar.
Dia menyebutkan khusus untuk range USDIDR hari Jumat adalah: 14.000 - 14.100.
Adapun hasil perilisan data GDP AS yang mengalami penurunan serta perkiraan dari statement Ketua The Fed Jerome Powell di New York yang cenderung lebih dovish memberikan sentimen negatif bagi dolar AS.
Di sisi lain, secara geopolitik, adapun perundingan antara AS dengan Korea Utara terkait dengan denuklirisasi di kawasan Semenanjung Korea memenuhi kebuntuan serta adanya eskalasi konflik antara kedua negara adidaya nuklir di kawasan Asia yakni India dan Pakistan merupakan sentimen negatif bagi dolar AS.
Sedangkan untuk sentimen dari domestik adalah terkait dengan data-data inflasi yang diproyeksikan akan stabil serta data PMI Manufaktur yang diproyeksikan mengalami pertumbuhan akan memberikan katalis positif bagi rupiah.

Sumber: market.bisnis 
PT Rifan Financindo

Thursday, February 28, 2019

Tonton JK Hingga Sri Mulyani Bahas Ekonomi 2019 di Sini | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - CNBC Indonesia, salah satu media yang bernaung di bawah CT Corp hari ini menggelar Economic Outlook 2019. Acara tahunan ini diisi oleh pembicara mulai dari bos-bos industri perbankan dan energi, para menteri, pejabat hingga RI 2.

Acara tahunan ini digelar di Java Ballroom, The Westin Hotel, Jakarta pada pukul 08.30 WIB. Inti dari acara ini adalah membahas arah perekonomian domestik dan global di 2019 untuk menjadi kompas bagi dunia usaha menentukan strateginya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan memberikan pidato kunci yang akan memaparkan kondisi perekonomian saat ini. Setelah itu Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) akan berdialog dengan JK dengan format talk show.

Selanjutnya, Economic Outlook 2019 juga akan diisi dengan acara Dialog Bersama Regulator. Para pembicara di antaranya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso dan Anggota Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti.

Dialog sesi kedua akan diisi oleh pembicara yang merupakan CEO dari perusahaan-perusahaan perbankan dan energi. Acara ini disiarkan secara langsung di CNBC Indonesia Televisi (Transvision Channel 805) dan live streaming di www.cnbcindonesia.com juga lewat video di bawah ini.

Sumber: finance.detik
PT Rifan Financindo

Wednesday, February 27, 2019

BUMN Didorong Giat Ekspansi Ke Luar Negeri | PT Rifan Financindo


PT Rifan Financindio - Pemerintah mendorong para kontraktor pelat merah untuk lebih giat mencari peluang pasar konstruksi di luar negeri seiring peningkatan kapasitas yang pesat dalam empat tahun terakhir. Di dalam negeri, pangsa kontraktor lokal sudah menjadi tuan di negeri sendiri.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin mengatakan peluang pasar konstruksi di luar negeri cukup terbuka. Terlebih, kapasitas kontraktor badan usaha milik negara (BUMN), baik dari sisi permodalan maupun kompetensi amat memadai sehingga bisa ikut bersaing.
"BUMN kita seharusnya sudah go internasional. Saat ini sudah ada beberapa, seperti WIKA yang tadinya membangun jalan di Aljazair, sekarang malah sudah membangun perumahan di sana," jelasnya kepada Bisnis, pekan lalu.
Syarif menambahkan, eksplorasi peluang pekerjaan konstruksi bisa dilakukan lewat peran duta besar Indonesia di beberapa negara. Menurut Syarif, duta besar bisa menjembatani kepentingan kontraktor BUMN dalam mencari peluang pasar di luar negeri.
Bisnis mencatat, perkembangan kinerja BUMN infrastruktur sangat pesat dalam periode 2014-2017. Dilansir dari laporan tahunan delapan BUMN, total aset gabungan pada 2017 mencapai Rp350,64 triliun, hampir empat kali lipat dibandingkan dengan posisi pada 2014 sebesar Rp95,16 triliun. Selama empat tahun, rata-rata pertumbuhan aset (CAGR) mencapai 54,45%.
Peningkatan aset delapan BUMN juga berbanding lurus dengan permodalan. Total ekuitas delapan BUMN mencapai Rp86,74 triliun, tumbuh rata-rata 52% dalam rentang 2014-2017.
Kedelapan BUMN tersebut yaitu PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya Tbk., PT Adhi Karya Tbk., dan PT Jasa Marga Tbk. Selanjutnya PT PP Tbk., PT Wijaya Karya Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Salah satu kontraktor BUMN yang getol berekspansi ke luar negeri adalah WIKA. Sejak 2007, WIKA merambah pasar konstruksi di sepuluh negara, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Direktur Operasi III Wijaya Karya Destiawan Soewardjono sebelumnya mengatakan perseroan memiliki sejumlah proyek yang tengah dalam tahap negoisasi.
Di Aljazair, WIKA menjajaki kontrak baru untuk pembangunan 10.000 unit rumah. Sementara itu, di Rwanda, WIKA membidik proyek pembangunan kantor. Di Taiwan, perseroan mengincar proyek jembatan. “[Nilai kontrak] Aljazair Rp2 triliun, Rwanda Rp700 miliar, dan Taiwan Rp300 miliar,” bebernya.
Sepanjang 2019, WIKA menargetkan perolehan kontrak baru di luar negeri sebesar Rp4,6 triliun sedangkan pada tahun lalu perolehan kontrak serupa mencapai Rp6 triliun. Kontrak yang diharapi atau order book diestimasi mencapai Rp10 triliun di akhir 2019 nanti.
Sumber: ekonomi.bisnis
PT Rifan Financindio

Tuesday, February 26, 2019

Heboh TKA China di Cianjur Punya e-KTP | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo - Warganet dihebohkan dengan informasi adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang memiliki kartu identitas mirip dengan KTP Elektronik atau E-KTP. Pihak Dinas Tenaga Kerja terkait angkat bicara mengenai hal ini.

Dalam foto yang tersebar di jejaring sosial, identitas mirip E KTP itu memang nyaris identik dengan E-KTP penduduk Indonesia kebanyakan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang membedakan adalah ada kolom kewarganegaraan dan masa berlaku yang tidak seumur hidup.

Di kolom alamat, diketahui TKA berinisial GC tersebut tinggal di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur. Identitas mirip E-KTP itu sendiri dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sekretaris Dinas (Sekdis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) membenarkan foto yang beredar di media sosial itu adalah identitas E-KTP yang dikeluarkan untuk TKA.

"Beberapa waktu lalu, kepala dinas melakukan sidak ke sejumlah perusahaan sesuai dengan tupoksinya. Didampingi Kasatpol PP dan petugas PPNS, sidak dilakukan di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber," kata Heri Suparjo, Sekertaris Disnakertrans Cianjur kepada detikcom, Selasa (26/2/2019).

Heri menjelaskan saat itu hanya ada satu TKA yang menunjukan identitas E-KTP tersebut, menurutnya pihaknya hanya melihat dari sisi ketenagakerjaannya saja.

"Dinas saat itu hanya melihat kelengkapan dokumennya saja, terus dia memperlihatkan E-KTP, saya sendiri tidak ke lapangan namun Bu Kadis memperlihatkan fotonya," lanjut dia.

Dihubungi terpisah, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman membenarkan informasi itu. Menurutnya kepemilikan E-KTP bagi TKA sudah tercantum dalam undang-undang tentang adiministrasi kependudukan. 

Kepemilikan E-KTP bagi TKA tidak sembarangan didapat dan memiliki surat tinggal tetap. UU yang dimaksud Herman terdapat pada Undang-undang nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan, pasal 63.

"Ada aturan dan ada undang-undangnya, tapi yang membedakan adalah adanya kolom kewarganegaraan. Saya juga belum mendapat informasi lengkapnya dari kadis, sifatnya juga sementara," singkat Herman.

Dikutip detikcom, pada ayat 1 pasal tersebut berbunyi "Penduduk Warga Negara Indonesia dan orang asing yang memiliki izin tinggal tetap yang telah berumur 17 tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-El".

Sumber: news.detik
 PT Rifan Financindo

Monday, February 25, 2019

Harga Logam Dasar di Bursa LME Menguat, Ini Penopangnya | PT Rifan Financindo



PT Rifan Financindo -  Logam dasar yang diperdagangkan di bursa London Metal Exchange mampu ditutup di zona hijau ditopang tertekannya mata uang poundsterling akibat ketidakpastian Brexit yang hingga saat ini belum mencapai kesepakatan apapun.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (22/2/2019), harga aluminium menguat 0,42% menjadi US$1.913 per ton, diikuti harga tembaga yang menguat 1,54% menjadi US$6.478 per ton.  
Selain itu, harga zinc juga menguat 1,53% menjadi US$2.724 per ton, disusul harga tin yan menguat 0,33% menjadi US$21.495 per ton.
Adapun, komoditas logam di LME dimanfaatkan oleh investor karena diperdagangkan dengan poundsterling yang tengah tertekan.
Di sisi lain, produsen baja Inggris tengah menyoroti kesulitan-kesulitan akibat dari ketidakpastian Brexit yang mempengaruhi Industri. Pada pekan lalu, Maskapai regional Inggris, Flybmi, menyambangi kantor pemerintahan Inggris dan menyalahkan Brexit atas kenaikan biaya karbon.
Kemudian, disusul oleh Honda Motor Co. yang mengatakan akan menutup pabrik di Inggris, dan para petinggi dari Honda Motor Co. tersebut menyatakan keprihatinan terhadap pemerintah Inggris.
CFO British Steel Gerald Reichmann mengatakan bahwa produsen baja mengaku sudah mempersiapkan berbagai skenario berbeda dari Brexit yang masih belum mendapat sebuah kesepakatan menjelang tenggat waktunya, yaitu 29 Maret mendatang.
“Kami memiliki rencana yang kuat untuk menangani berbagai skenario dari Brexit termasuk pergantian rezim kredit karbon. Kami berharap tidak ada interupsi di operasional kami, terutama jika kami dapat terus melanjutkan perdangan dengan Eropa,” ujar Gerald seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (24/2/2019).
Sebagai informasi, Uni Eropa membekukan izin dana alokasi bebas karbon untuk perusahaan Inggris sejak awal 2019 akibat ketidakpastian Brexit, dan berlaku hingga kedua belah pihak sudah mendapatkan sebuah kesepakatan.
Keputusan tersebut berarti, salah satu produsen baja terbesar di Inggris, British Steel, tidak dapat menggunakan izin dan harus mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan perdagangan kecuali ada kemajuan dalam perbincangan Brexit yang mengarah pada penangguhan diangkat tepat waktu.
British Steel Ltd. kemungkinan akan menghadapi kerugian mencapai US$130 juta dalam kurun waktu tiga minggu apabila perdana menteri Theresa May tidak dapat mengamankan kesepakatan Brexit.
Pengakhiran penangguhan tunjangan gratis atau penangguhan batas waktu kepatuhan akan membantu British Steel serta perusahaan lainnya, mulai dari maskapai penerbangan hingga produsen listrik dan produsen berat, yang semuanya harus mematuhi peraturan iklim Uni Eropa dan menyerahkan izin karbon pada pertengahan Maret untuk menutupi emisi 2018 mereka.
Adapun, dalam kurun waktu lima minggu lagi, Perdana Menteri Theresa May masih berusaha untuk mengamankan kesepakatan yang dapat memenangkan dukungan dari anggota parlemen Uni Eropa dan Inggris. Jika ia tidak bisa, maka keputusannya adalah Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret tanpa kesepakatan.
Sumber: market.bisnis
PT Rifan Financindo